Minggu, Januari 11, 2026
HomeApartmentPasar Apartemen Lesu Bikin Fondasinya Menjadi Lebih Baik

Pasar Apartemen Lesu Bikin Fondasinya Menjadi Lebih Baik

Kinerja bisnis sektor apartemen di Jakarta masih dalam situasi yang penuh perlambatan namun di sisi lain situasi ini justru baik karena membuat kondisi pasar yang semakin sehat. Sebelum situasi seperti saat ini, kalangan developer banyak yang mengembangkan apartemen tanpa melihat kondisi pasar yang riil sehingga penyerapannya sangat lemah.

Hal ini mengemuka saat paparan perkembangan sektor properti Q2 2025 dari Colliers Indonesia. Tambahan unit apartemen hingga tahun 2027 hanya sebanyak sekitar 5.000 unit yang akan membawa kondisi lebih kondusif untuk pasar.

“Tambahan yang terbatas itu 60 persennya terkonsentrasi di Jakarta Selatan dengan 79 persen pembelian dari unit yang sudah jadi (ready stock) dan sisanya (21 persen) unit indent atau yang masih tahap konstruksi. Dari periode Q1 ke Q2 penambahan unit apartemen yang masuk pasar hanya 1.031 unit,” ujar Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia saat paparan kepada kalangan media, Rabu (09/07).

Baca juga: Perkantoran dan Apartemen Lesu, Ritel Semi-Outdoor Bisa Jadi Alternatif

Pasokan unit apartemen yang jauh berkurang ini membuat fundamental pasar menjadi lebih positif di tengah situasi kalangan pengembang yang masih fokus memasarkan unit eksistingnya. Situasi persaingan menjadi tidak terlalu ketat yang berdampak pada peningkatan harga yang tidak mencapai 1 persen sehingga kondisinya masih berpihak pada konsumen.

Untuk tambahan pasok baru lokasinya masih di area Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Mayoritas konsumen juga masih dari kalangan investor namun dengan pola banyar bank (KPA) yang terus meningkat selain tunai bertahap (instalment).

Hal lainnya, insentif pembebasan PPN dari pemerintah (PPNDTP) mulai berpengaruh pada segmen apartemen. Sebelumnya, PPNDTP hanya terasa di segmen rumah tapak (landed house), hal ini dikarenakan pembangunan apartemen yang relatif lebih lama sehingga untuk merasakan dampak PPNDTP membutuhkan waktu lebih lama.

Baca juga: Apartemen Jakarta: Masih Berat Tapi Harga Naik Tipis

“Kondisi-kondisi perlambatan ini justru berdampak baik untuk pasar. Misalnya dari sisi penyerapan, hingga semester pertama tahun ini total penyerapannya sudah hampir mendekati total penjualan pada tahun 2024 yaitu sekitar 1.000 unit. Yang membeli secara tunai ataupun instalment juga berkurang menjadi 30 persen sementara skema KPA meningkat menjadi 41 persen dengan kalangan investor juga menurun menjadi 56 persen dan end user 44 persen,” beber Ferry.

Berita Terkait

Ekonomi

8,34 Juta Warga RI Melancong ke Luar Negeri Selama Januari-November 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pekan lalu, jumlah perjalanan...

Kabinet Terlalu Gemuk, Makanya Defisit APBN Membengkak

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mencapai...

Bank BNI Perluas Inklusi Keuangan di Pelosok Melalui BNI agen46

Bank BNI terus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat...

Berita Terkini