Minggu, April 5, 2026
HomeBerita PropertiPasar Rumah Menengah Atas di Jakarta Timur Cukup Bagus

Pasar Rumah Menengah Atas di Jakarta Timur Cukup Bagus

Secara umum kondisi pasar perumahan khususnya segmen menengah atas cukup lesu. Kendati demikian di beberapa kawasan permintaannya masih lumayan bagus. Salah satunya di Jakarta Timur. Premier Terrace (6,2 ha) yang dikembangkan di Ciracas, Jakarta Timur, sejak diluncurkan akhir tahun lalu sudah terjual sekitar 70 persen.

Perumahan dari PT Premier Qualitas Indonesia (PQI) itu memasarkan 262 unit rumah, semuanya bangunan dua lantai.  Ada empat tipe yang dipasarkan, 69/90, 171/135, 140/209, dan 171/135 seharga Rp1,5 – 2,6 miliar.

Premier Terrace
Premier Terrace

Untuk mengembangkan perumahan ini PQI  bekerja sama dengan Trisula Goup selaku pemilik lahan dengan investasi  sekitar Rp350 miliar.  Menurut Tommy Wong, President Director PQI, respon pasar yang sangat baik ini akan dimanfaatkan untuk memaksimalkan penjualan di tahun 2015 ini.

“Permintaan untuk perumahan masih sangat tinggi makanya kami optimistis dalam beberapa bulan ke depan seluruh unit di sini akan terjual habis,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima housing-estate.com, di Jakarta, Selasa (3/2).

Lokasi pengembangan Premier Terrace  merupakan kawasan yang masih  akan berkembang sehingga punya prospek cukup bagus.  Letaknya juga tidak jauh dari tol JORR dan Jagorawi sehingga mudah diakses dari perkantoran TB Simatupang.

PQI juga memberikan layanan purna jual berupa masa pemeliharaan rumah hingga enam bulan sejak rumah diserahterimakan. Estate management-nya akan dikelola oleh Colliers International.  Premier Terrace merupakan satu dari 21 proyek perumahan yang dikembangkan PQI di Jabodetabek.

Berita Terkait

Ekonomi

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini