Rabu, April 8, 2026
HomeApartmentLoyo, Pertumbuhan Harga Rumah di Dunia

Loyo, Pertumbuhan Harga Rumah di Dunia

Ekonomi dunia sedang melemah. Hal ini bisa tertangkap dari hasil riset konsultan properti Knight Frank tentang pertumbuhan harga rumah, di mana pada kuartal pertama 2015 terjadi pelemahan. Berlabel Growth House Index, hasil riset itu memperlihatkan pada kuartal pertama tahun ini, harga rumah di seluruh dunia hanya tumbuh 0,3 persen. Ini adalah pertumbuhan tahunan terendah dalam tiga tahun terakhir.

Ilustrasi: Apartemen baru di Hong Kong
Ilustrasi: Apartemen baru di Hong Kong

Rendahnya pertumbuhan harga rumah di negara-negara besar, seperti Tiongkok dan Amerika Serikat (AS), menjadi pendorong penurunan tersebut. Tiongkok bahkan berada di kelompok sepuluh terbawah (-6,4 persen), walaupun tingkat penjualan sudah meningkat 7 persen year-on-year. Ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang sudah diterapkan beberapa tahun terakhir belum cukup mendorong pasar. Sementara itu, kondisi AS jauh lebih baik (4,1 persen), tapi Knight Frank menilai tingginya tingkat inflasi masih meragukan pasar perumahan di negeri Paman Sam sudah stabil.

Bukan berarti pasar perumahan begitu suram. Dari seluruh negara, Hong Kong adalah negara yang paling tinggi tingkat pertumbuhan harganya, yaitu 18,7 persen. Kurangnya pasokan, meski unit juga sudah diperkecil agar harganya makin terjangkau, adalah yang mendorong naiknya harga tersebut. Sementara itu, beberapa negara Eropa sudah mulai menunjukkan kembali taringnya, karena sudah tumbuh dua digit, seperti Luxemburg (12,1 persen) dan Estonia (11 persen). Walau tidak sampai dua digit, Swedia (8,8 persen) dan Norwegia (7,2 persen), juga bisa bertengger di sepuluh besar pertumbuhan tertinggi.

Sebaliknya, Rusia dan negara-negara bekas koloninya, harga justru turun 2,3 persen dan Ukrania menjadi negara dengan penurunan harga terbesar (15,5 persen), sehingga menempatkannya di posisi paling buncit. Di urutan bawah ini juga diisi antara lain Dubai (-6,1 persen), dan Singapura (-3,3 persen).

Lalu, bagaimana Indonesia? Negeri ini menempati posisi ke-18, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 6,3 persen. Angka ini setara dengan pertumbuhan indeks harga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia atas 16 kota besar, yaitu 6,27 persen. Pertumbuhan harga rumah di Indonesia sama dengan India, namun kalah dengan Malaysia (7 persen) dan Australia (6,8 persen) yang masing-masing menempatkan posisi 12 dan 14.

(Sumber: Knight Frank dan Bank Indonesia)

Berita Terkait

Ekonomi

Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Laba 47,5 Persen, Akan Fokus Pada Segmen Ritel

Bank Muamalat mencatatkan pertumbuhan laba sebelum pajak (profit before...

Wamenkeu Suahasil: 5 Kunci untuk Keluar dari Middle Income Trap

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyatakan, Indonesia perlu...

Resmi Harga BBM Subsidi Tidak Naik Sampai Akhir Tahun Asal …

Pemerintah berkomitmen memastikan ketersediaan energi dengan harga terjangkau bagi...

Triwulan Satu 2026 Belanja Pemerintah Tetap Ngegas

Konflik baru di Timur Tengah sejak awal Maret 2026...

Berita Terkini