Kamis, Juni 4, 2026
HomeUncategorizedFebruari Kunjungan Turis Asing Masih Kuat, Ditopang Lonjakan Wisman Asal China

Februari Kunjungan Turis Asing Masih Kuat, Ditopang Lonjakan Wisman Asal China

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pekan lalu (1/4/2026), jumlah kunjungan turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Februari 2026 masih kuat, mencapai 1,16 juta kunjungan.

Angka itu memang turun 2,42 persen dibandingkan Januari 2026 (mtm), namun secara tahunan (yoy) masih tumbuh 13,37 persen dibandingkan Februari 2025.

Secara kumulatif, wisman yang masuk ke Indonesia selama Januari-Februari mencapai 2,35 juta, meningkat 7,77 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (ctc).

“Berdasarkan pintu masuk, jumlah wisman pada Februari 2026 mencapai 1,036 juta kunjungan melalui pintu masuk utama, dan 157,65 ribu kunjungan melalui pintu masuk perbatasan,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers.

Meningkatnya jumlah kunjungan wisman pada Februari 2026 secara tahunan (yoy), terlihat di hampir semua kelompok kebangsaan.

Kunjungan wisman kelompok kebangsaan Asia selain ASEAN mengalami peningkatan tertinggi sebesar 35,70 persen, diikuti wisman asal Afrika 12,15 persen, dan wisman asal ASEAN 9,61 persen. Sedangkan kelompok kebangsaan Timur Tengah mengalami penurunan kunjungan 30,69 persen.

Baca juga: Konflik Timur Tengah, RI Berpotensi Kehilangan 5.500 Wisman dan Devisa Rp184,8 Miliar Per Hari

Sementara secara bulanan (mtm), pada Februari 2026 kunjungan wisman mengalami penurunan di sebagian besar kelompok kebangsaan.

Kunjungan wisman asal Timur Tengah mengalami penurunan paling dalam sebesar 72,15 persen, diikuti wisman asal Oseania yang turun 24,78 persen.

Sedangkan kunjungan wisman asal Asia selain ASEAN mengalami peningkatan tertinggi sebesar 17,26 persen, diikuti Eropa sebesar 2,04 persen.

Dari segi kebangsaan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia selama Februari 2026 didominasi wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 199,22 ribu kunjungan (17,18 persen).

Diikuti wisman berkebangsaan Tiongkok 150,82 ribu kunjungan (13,01 persen), Singapura 109,33 ribu kunjungan (9,43 persen), dan Australia 107,44 ribu kunjungan (9,26 persen).

Ateng menyebutkan, lonjakan kunjungan wisman asa China menahan penurunan kunjungan wisman pada Februari 2026 secara bulanan (mtm).

Kunjungan wisatawan berkebangsaan China pada Februari 2026 meningkat 35,91 persen secara bulanan (mtm) dan 68,89 persen secara tahunan (yoy).

“Dipengaruhi momentum libur panjang Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026, yang mendorong arus wisatawan China ke berbagai destinasi termasuk Indonesia,” terang Ateng.

Baca juga: Kunjungan Turis Asing Terus Menanjak. Tapi Lama Tinggal dan Pengeluaran Selama di Indonesia Terus Menurun

Juga meningkat tinggi secara bulanan (mtm), jumlah kunjungan wisman asal Jepang sebesar 42,60 persen, Myanmar 48,11 persen, dan Vietnam 25,89 persen, meski dengan kuantitas jauh lebih sedikit dibanding wisman China.

Sementara dua pasar utama lain wisman ke Indonesia, yaitu Malaysia dan Singapura, tercatat menurun kunjungannya dibandingkan Januari 2026 (mtm) sebesar -5,66 persen dan -0,12 persen, kendati secara tahunan (yoy) kunjungan wisman Singapura tetap tumbuh tinggi 21,81 persen dibanding Malaysia -yang minus 7,17 persen. .

Meski menurun, secara keseluruhan Malaysia dan Singapura bersama China masih tecatat sebagai sumber wisman terbesar Indonesia, diikuti Australia, Timor Leste, India, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Jerman.

Berita Terkait

Ekonomi

Wamenkeu Suahasil: Kredibilitas dan Komunikasi Pemerintah, Kunci Menjaga Kepercayaan Pasar

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan, kredibilitas dan...

Dolar AS Perkasa, Kunjungan Turis Asing Meninggi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Selasa (2/6/2026), jumlah kunjungan...

Rupiah Terpuruk, Orang Indonesia Mulai Kurangi Pelesiran ke Luar Negeri

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Selasa (2/6/2026), selama Januari-April...

Kunjungan Prabowo ke Prancis Hasilkan France-Indonesia High Level Business Council

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan...

Berita Terkini