Minggu, Oktober 4, 2026
HomeBerita PropertiTriwulan I-2024 Penyaluran KPR Lebih Ketat

Triwulan I-2024 Penyaluran KPR Lebih Ketat

Penyaluran kredit baru selama triwulan I-2024 diperkirakan melambat dibanding triwulan IV-2023. Hal itu sesuai dengan pola historisnya, di mana pada bulan-bulan awal setiap tahun penyaluran kredit belum bergairah.

Hal itu diungkapkan Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan (SP4) Bank Indonesia yang dipublikasikan beberapa waktu lalu. Menurut survei tersebut, melambatnya penyaluran kredit baru itu tergambar dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) prakiraan penyaluran kredit baru triwulan I-2024 hasil survei Februari 2024 yang bernilai positif (22,9%), jauh lebih rendah dibanding Desember 2023 yang mencapai 94,0%.

Berdasarkan kategori bank, perlambatan penyaluran kredit baru itu terindikasi terjadi pada seluruh kategori bank. Berdasarkan jenis penggunaan, penyaluran kredit baru tersebut diperkirakan tumbuh melambat pada seluruh jenis kredit.

Baca juga: Kredit BCA Tumbuh Double Digit, Penyaluran KPR Naik Lebih Dua Kali Lipat

Berdasarkan hasil survei serupa, kebijakan penyaluran kredit baru selama triwulan I-2023 secara umum diperkirakan lebih ketat dibanding triwulan sebelumnya. Hal itu terindikasi dari SBT perubahan kebijakan penyaluran kredit triwulan I-2024 yang tercatat positif 2,2%.

Berdasarkan jenis penggunaan, kebijakan penyaluran kredit yang lebih ketat tersebut diperkirakan terjadi pada kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit konsumsi lainnya. Sementara kebijakan penyaluran kredit investasi (KI) dan kredit modal kerja (KMK) diperkirakan lebih longgar. Data aktual penyaluran kredit triwulan I baru akan dirilis BI akhir April atau awal Mei ini.

Berita Terkait

Ekonomi

Inflasi Dekati Kisaran Sasaran, BI Bilang Masih Terkendali

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi Indeks Harga Konsumen...

September Kepercayaan Industri Melandai, Tapi Masih di Fase Ekspansi

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur RI pada September 2026...

Agustus Surplus Neraca Dagang RI Melonjak Jadi USD3,55 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada...

Manufaktur RI Melaju Lagi, Tertinggi dalam 7 Bulan, Didorong Kenaikan Permintaan

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur Indonesia kembali ke zona...

Berita Terkini