Kamis, April 9, 2026
HomeBerita PropertiAktivitas Bisnis di Asia Tenggara Tetap Kuat Dengan Proyeksi Pertumbuhan 4,8 Persen

Aktivitas Bisnis di Asia Tenggara Tetap Kuat Dengan Proyeksi Pertumbuhan 4,8 Persen

Kawasan Asia Tenggara masih menunjukkan aktivitas bisnis yang relatif baik di tengah kondisi perdagangan global yang bergejolak sejak tahun 2025 lalu. Kawasan ini diproyeksikan tumbuh sebesar 4,8 persen dengan konsumsi swasta di enam negara Asia Tenggara sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan.

Kawasan Asia Tenggara khususnya negara-negara berkembang di kawasan ini tetap menunjukkan ketahanan yang didukung oleh tingkat pengangguran yang relatif rendah dan peningkatan pendapatan rumah tangga.

Ketahanan ini didorong oleh kombinasi kebijakan dukungan fiskal pemerintah, penurunan suku bunga, serta inflasi yang semakin stabil. Pasca pandemi, pemerintah di Asia Tenggara telah menerapkan subsidi yang lebih terarah, program bantuan sosial, serta meningkatkan investasi infrastruktur.

Kondisi ini dirilis oleh Cushman & Wakefield Rabu (08/04), yang menyebut posisi fiskal di sebagian besar negara di kawasan ini masih berada di bawah tingkat pra-pandemi. Meskipun demikian, kebijakan tersebut berperan penting dalam menjaga konsumsi rumah tangga dan aktivitas bisnis dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Opini: Tinjauan Pasar Properti Asia Pasifik

Sementara posisi fiskal saat ini belum menimbulkan kekhawatiran yang signifikan, kondisi tersebut berpotensi membatasi ruang bagi dukungan pemerintah di masa mendatang. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tekanan biaya hidup, belanja konsumen diperkirakan tetap bersikap hati-hati dengan kecenderungan konsumen menyesuaikan pola belanja dan mengurangi pengeluaran non-esensial.

Sebanyak 43 persen konsumen di Asia Tenggara menyatakan kemungkinan akan mengurangi pengeluaran di luar rumah untuk menghemat biaya. Meskipun pertumbuhan penjualan ritel di kawasan Asia Tenggara menghadapi tantangan dalam jangka pendek, prospek jangka panjang tetap menarik bagi pelaku usaha, didukung oleh peningkatan urbanisasi dan daya beli masyarakat. Pada 2035, konsumsi domestik di kawasan SEA-6 diperkirakan mencapai 5 triliun dolar dengan tingkat pertumbuhan sekitar 8 persen per tahun.

Dengan asumsi tidak terjadi gangguan geopolitik yang signifikan, Asia Tenggara diproyeksikan mencatat pertumbuhan yang stabil sebesar 4,3 persen pada tahun 2026 dan tetap menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Baca juga: Cushman: 2026 Bisnis Properti Makin Baik, Pembangunan MRT Salah Satu Pendorong

Selain itu, ekonomi Tiongkok semakin berperan penting bagi Asia Tenggara yang tercermin dari meningkatnya pangsa ekspor ke negara tersebut. Pangsa ekspor Asia Tenggara ke Tiongkok meningkat secara bertahap dari 8,1 persen pada 2005 menjadi sekitar 14,9 persen pada 2026 sehingga posisinya hampir menyamai Amerika Serikat, yang menyerap sekitar 16 persen ekspor Asia Tenggara pada tahun 2024.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini