PPN DTP Rumah Hingga Program Hilirisasi Dorong Peningkatan Produksi Semen
Penjualan semen di pasar domestik tumbuh 4,4 persen secara tahunan (yoy) pada Agustus 2026, dengan volume penjualan sebesar 6,2 juta ton. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan Agustus 2025 sebesar minus (-) 2,9 persen (yoy).
Peningkatan penjualan semen tersebut terutama disebabkan khususnya oleh peningkatan aktivitas konstruksi infrastruktur. Data ini dikutip dari Daily Economic Review Bank Mandiri Rabu (23/9).
Dari sisi wilayah, mayoritas pulau mengalami pertumbuhan penjualan semen yang positif pada Agustus 2026 kecuali Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara. Pertumbuhan penjualan semen tertinggi terjadi di wilayah Maluku dan Papua yang tumbuh 22,4 persen (yoy), lebih tinggi daripada Agustus 2025 sebesar -6,6 persen (yoy).
Penjualan semen yang tumbuh tinggi tersebut khususnya disebabkan oleh pertumbuhan penjualan semen di Maluku Utara yang mencapai 98,1 persen (yoy) karena peningkatan aktivitas hilirisasi nikel di wilayah tersebut.
Total volume ekspor semen dan klinker mengalami kontraksi sebesar -4,7 persen (yoy) pada Agustus 2026 dengan volume ekspor sebesar 1,0 juta ton. Angka tersebut jauh lebih rendah daripada Agustus 2025 yang tumbuh 11,2 persen (yoy).
Penurunan volume ekspor semen disebabkan oleh penurunan ekspor klinker sebesar -13,1 persen (yoy) pada Agustus 2026 dibandingkan 4,8 persen (yoy) pada Agustus 2025. Secara keseluruhan, total penjualan semen domestik dan ekspor tercatat sebesar 7,2 juta ton atau tumbuh 3,0 persen pada Agustus 2026 dibandingkan -0,9 persen pada Agustus 2025.
Baca juga: Penjualan Semen SIG Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional
Dengan data-data ini, Bank Mandiri memperkirakan penjualan semen pada tahun 2026 akan mencapai 66,5 juta ton atau tumbuh 4,6 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 yang sebesar -1,5 persen (yoy).
Beberapa katalis positif yang dapat meningkatkan penjualan semen pada tahun ini antara lain perpanjangan insentif PPN DTP pembelian rumah, aktivitas pembangunan program hilirisasi, dan pembangunan program prioritas pemerintah seperti pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), rumah subsidi, dan sekolah rakyat.