Minggu, April 19, 2026
HomeBahan BangunanPenjualan Semen SIG Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Penjualan Semen SIG Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

PT Semen Indonesia Tbk (Persero/SIG)) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan peluang pertumbuhan. Dalam SIG FY25 (Audited) Results Call pekan lalu di Jakarta, keputusan manajemen pada paruh kedua tahun 2025 akan terus melakukan transformasi yang fokus pada daya saing hingga menyasar peningkatan pangsa pasar dan penguatan proftabilitas telah menunjukkan hasil yang positif.

“Transformasi bisnis sejak Juli 2025 yang fokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio, terus membuahkan hasil yang posisif,” ujar Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra melalui siaran pers Minggu (19/04).

Dengan penerapan strategi ini telah berdampak pada kinerja perusahaan yang meningkat konsisten khususnya pada semester kedua 2025 dengan momentum yang kuat pada kuartal keempat 2025.

Permintaan semen domestik tahun 2025 yang mengalami kontraksi sebesar 1,5 persen (tahunan/yoy) turut berdampak pada penurunan penjualan domestik SIG. Namun begitu, SIG mampu menunjukkan kemampuannya untuk pulih lebih kuat.

Sepanjang tahun 2025, SIG mencatatkan volume penjualan sebanyak 37,93 juta ton. Salah satu indikator perbaikan signifikan yaitu volume penjualan sebesar 10,47 juta ton pada kuartal keempat tahun 2025 yang berkontribusi pada total volume penjualan yang tumbuh 1,1 persen (yoy).

Baca juga: Pembangunan Rumah Subsidi Ini Pakai Bata Interlock. Lebih Cepat, Lebih Hemat, Kuat dan Rapi

Capaian ini membuktikan efektivitas strategi transformasi yang dijalankan SIG khususnya di pasar-pasar utama dengan marjin tinggi. Secara umum pada semester kedua 2025 sejak menjalankan strategi transformasi bisnis, SIG terus mengalami tren kenaikan penjualan dari kuartal ketiga ke kuartal keempat. Bahkan pada kuartal kelima volume penjualan semen kantong SIG tumbuh pesat sebesar 5,7 persen (yoy), secara signifikan melampaui pasar nasional yang hanya tumbuh 2 persen.

Di sisi lain penjualan ekspor turut menjadi pilar penting dalam mendukung total volume SIG di tengah melemahnya permintaan domestik. Volume ekspor meningkat secara signifikan sebesar 14,9 persen (yoy) hingga mencapai sekitar 6,4 juta ton.

Tren positif ini terus berlanjut, pada dua bulan pertama tahun 2026 SIG berhasil mencatatkan peningkatan penjualan domestik sebesar 9,7 persen di mana pertumbuhan yang cukup signifikan terjadi di segmen semen kantong sebesar 14,6 persen.

Baca juga: Percepat Rehabilitasi Rumah Korban Banjir Sumatera, Kementerian PKP Pakai Bata Interlock

Pada akhirnya capaian kinerja positif ini menjadi pembuka tahun 2026 sebagai pijakan kokoh bagi SIG untuk melalui tahun ini dan memperkuat optimisme pada keberlanjutan strategi transformasi yang berfokus pada penguatan model bisnis semen, efisiensi biaya, percepatan pertumbuhan ekosistem bisnis derivatif dan solusi bangunan, serta peningkatan tata kelola dan sumber daya perusahaan.

”Kami yakin SIG saat ini berada pada jalur yang tepat, karena itu kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan transformasi secara disiplin dan konsisten untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai kepada para pemegang saham dan pelanggan,” pungkas Indrieffouny.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini