Jumat, April 17, 2026
HomeNewsDaerahJalan Bawah Tanah Kota Malang Direalisasikan 2015

Jalan Bawah Tanah Kota Malang Direalisasikan 2015

Proyek pembangunan jalan bawah tanah (underpass) yang digagas Pemkot Malang, Jawa Timur, untuk mengurai kemacetan di daerah itu bakal direalisasikan 2015 karena tahun ini diupayakan “detail engineering desain” (DED)-nya sudah tuntas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang Jarot Edi Sulistyono, Rabu, mengatakan anggaran untuk DED tersebut diajukan tahun ini melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) dan diharapkan pembuatan DED-nya juga tuntas tahun ini.

Jalan Bawah Tanah Malang

“Kita sekarang ini sedang mengerjakan uji kelayakannya dan dilanjutkan DED-nya dengan menggandeng sejumlah pakar dari Universitas Brawijaya (UB) Malang. Jika DED-nya bisa tuntas tahun ini, tahun depan pembangunannya sudah bisa dikerjakan,” ujarnya.

Jarot mengemukakan anggaran pembangunan jalan bawah tanah di sepanjang Jalan A Yani hingga Jalan S Parman itu juga akan diajukan ke Pemprov Jatim, sehingga ada “sharing” anggaran karena biayanya diperkirakan sekitar Rp40 miliar.

Ia mengakui pembangunan jalan bawah tanah tersebut merupakan salah satu solusi untuk mengurai kemacetan di tengah kota, apalagi pada jam-jam sibuk dan hari efektif.

Sementara itu Wali Kota Malang Moch Anton juga lebih memilih membangun jalan bawah tanah ketimbang terowongan dan jalur lingkar timur yang pernah diwacanakan sebagai upaya mengurai kemacetan lalu lintas di tengah kota.

Bahkan, kata Anton, model pembangunan jalan bawah tersebut sudah ada, yakni berkiblat pada Negeri Jiran Malaysia. “Setelah kami melakukan studi banding ke Malaysia belum lama ini, kelihatannya model dan desain jalan bawah tanah akan mengadopsi Malaysia karena sudah terbukti mampu mengatasi kemacetan di negeri itu.

“Kemungkinan jalan bawah tanah ini akan mengadopsi Malaysia. Namun demikian, kami juga tidak mengabaikan para pakar dan konsultan dari UB yang menjadi mitra kami,” ujarnya.

Menangapi rencana Pemkot Malang akan membangun jalan bawah tanah di sepanjang Jalan A Yani hingga S Parman, pakar transportasi dari UM Prof Harnen Sulistyo menilai justru akan menimbulkan titik kemacetan baru di Kota Malang.

Menurut Harnen, seharusnya pemkot mengalihkan kendaraan ke wilayah pinggiran dengan membangun jalan lingkar timur dan jalan lingkar barat untuk mengurangi volume kendaraan yang melintas di tengah kota.

“Seharusnya merealisasikan jalan lingkar timur dan lingkar barat di pinggiran kota saja seperti yang pernah diwacanakan sebelumnya, ketimbang membangun jalan bawah tanah atau terowongan yang justru mengalihkan kemacetan,” tegasnya.

Jalan lingkar timur dan lingkar barat, katanya, bisa mengalihkan kendaraan yang akan menuju Kota Batu atau Surabaya dan sebaliknya, sehingga kendaraan tersebut tidak perlu melintasi tengah Kota Malang. “Dan, yang akan menuju ke Kabupaten Malang pun juga demikian, tidak perlu melewati jalur tengah kota,” tandas Harnen. Ant

Berita Terkait

Ekonomi

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Dua Bulan Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp143 Triliun

Struktur perdagangan Indonesia menawarkan potensi kuat untuk memperluas transaksi...

Berita Terkini