Senin, Oktober 26, 2026
HomeBerita PropertiDi Balikpapan, Rumah Mahal Diburu Konsumen

Di Balikpapan, Rumah Mahal Diburu Konsumen

Murah tidak selalu diminati konsumen. Di Balikpapan, Kalimantan Timur, harga mahal justru paling laku. Di perumahan Balikpapan Regency (400 ha) menunjukkan kecenderungan itu. “Di sana yang paling laku rumah seharga Rp900 jutaan,” ujar Tony Hartono,” GM Marketing PT Sumbermitra Realtindo (SMR) kepada housing-estate.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

balikpapan residence

Rumah seharga itu luas bangunannya 68 m2, tanah 90 m2. Perumahan di Jl Syarifuddin Yoes itu yang terbesar di Balikpapan. Dulu luasnya hanya 125 ha, karena respon konsumen bagus kemudian diperluas secara bertahap hingga sekarang mencapai 400 ha. Pada awal pengembangannya lebih banyak meladeni kalangan menengah dengan harga rumah Rp200 jutaan, bahkan kurang dari itu. Sekarang Balikpapan Regency juga memasarkan rumah miliaran di cluster Royal. “Harganya berkisar Rp1,2-2 miliar,” terang Tony.

Area yang dikembangkan sudah 40 persen dengan jumlah penghuni sekitar tiga ribu kepala keluarga. Fasilitas yang sudah tersedia antara lain waterpark dan ruko.  Perumahan ini sekarang mendominasi  pasar terutama untuk penawaran rumah di bawah satu miliar. Sinarmas Land yang baru mengembangkan proyek baru di koridor Soekarno Hatta membidik segmen lebih atas. Sementara sejumlah perumahan besar di Jl Iswahyudi  pengembangannya kurang semarak disbanding dua tiga tahun lalu. Pras

Berita Terkait

Ekonomi

Pantau Situasi Pasar Modal, Jasa Marga Siapkan Opsi Buyback Saham

PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memantau situasi pasar...

Luncurkan DNKK, Presiden Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun Tahun Depan

Pemerintah memperkuat orientasi inklusi keuangan, dengan tidak hanya memperluas...

Ekonomi Digital Jadi Andalan Capai Target Pertumbuhan 6 Persen. Menko Airlangga Jelaskan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menempatkan ekonomi digital sebagai salah...

BI: Manufaktur Ekspansif, Tapi Serapan Tenaga Kerjanya Masih Minus

Serupa dengan S&P Global dan Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia...

Berita Terkini