Senin, Juni 15, 2026
HomeTren PropertiKonsep SOHO di Rumah Tapak

Konsep SOHO di Rumah Tapak

Bentuknya berupa ruang usaha seperti rukan tapi didesain lebih eye catching atau selaras denga desain rumah-rumah di sekiratnya.

konsep_soho_di_rumah_tapak

Di apartemen sudah lama dikenal istilah small office home office (SOHO), konsep ruang yang menggabungkan hunian dengan tempat kerja. Apartemen Cityloft di Jl KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat, tercatat sebagai yang pertama menawarkannya di Jakarta tahun 2005. Tujuannya mengakomodasi kebutuhan kaum urban terhadap ruang usaha kecil di pusat kota, selain merespon perkembangan teknologi informasi dan kemacetan lalu lintas yang makin mendorong orang bekerja dari rumah. Untuk itu unit apartemen dirancang bergaya loft (dua lantai): lantai bawah untuk ruang kerja publik (karyawan dan pimpinan), setengah lantai (mezanin) di atasnya untuk ruang kerja ekslusif pemilik sekaligus hunian. Lazimnya yang dijalankan di SOHO adalah bisnis jasa dengan sedikit karyawan seperti konsultan, desainer, programmer IT, dan lain-lain.

Di rumah tapak (landed house) konsep SOHO sebenarnya juga sudah lama dipraktikkan. Ingat saja bagaimana para pendiri Microsoft, Dell, dan lain-lain memulai bisnisnya dari garasi rumahnya. Begitu pula begawan properti Ciputra yang mengawali usaha dengan membuka kantor konsultan arsitektur di garasi di Kota Bandung, Jawa Barat. Sampai kini fenomena itu terus berlangsung termasuk di kawasan real estate yang baru. Hanya saja selain melanggar aturan (menjadikan hunian sebagai tempat usaha), di real estate on going (masih dikembangkan) alih fungsi rumah itu juga merusak citra proyek karena mengubah bentuk bangunan dan lansekap hunian, mengundang keramaian, dan lainlain. Karena itu supaya keinginan membuka usaha di rumah itu tidak melanggar aturan, belakangan developer pun menawarkan landed house SOHO.

Serupa

Bentuknya bukan paviliun atau ruang yang dipisahkan dari ruang utama di rumah seperti garasi, tapi serupa dengan rukan atau ruko. Bedanya hanya pada gaya desain dan lokasi. SOHO di Plaza Royal (20 unit) The Royal Residence (28 ha), sebuah perumahan menengah atas di Jl Pulo Gebang, Jakarta Timur, misalnya, adalah bagian dari blok hunian di bulevar utama dengan peruntukan ganda: untuk tempat usaha sekaligus rumah. Jadi, desain fasadnya bisa dibuat serupa dengan semua rumah di perumahan yang bergaya klasik modern.

“Ruko atau rukan itu imejnya sudah murni untuk usaha atau dagang. Perumahan jadi ramai, crowded. Padahal, maunya kita fasilitas usaha itu selaras dengan konsep perumahan yang mengutamakan privasi, keamanan, dan kenyamanan. Makanya kita pilih SOHO. Jadi, desainnya bisa menyatu dengan rumah-rumah di sini. Hanya ini tanpa pagar,” kata Marsischa Pertiwi, Asisten Marketing Manager The Royal Residence.

Denah layout ruangnya juga dibuat seperti rumah biasa, berupa ruang publik yang terbuka dan ruang privat (kamar-kamar) berpenyekat dilengkapi 4 kamar mandi/toilet dan pantry. Ruang publik bisa dijadikan ruang tunggu atau semacam lobi, ruang-ruang privat untuk kantor. Dengan cara itu jenis usaha yang bisa dibuka di SOHO terbatasi, yang tidak mengundang keramaian seperti kantor konsultan, notaris, desainer, butik, programmer IT, dan sejenisnya.

“Membuka toko kelontong atau restoran tidak akan menguntungkan,” kata Sischa. Apalagi area parkirnya sangat terbatas, hanya untuk 1–2 mobil tergantung tipe SOHO. Selebihnya untuk ruang terbuka hijau (RTH). Tipenya ada dua: standar 125 m2 (6 x 21) di atas tanah 150 m2 seharga Rp1,3 miliar, dan hoek 131 m2 (6 x 22) dengan kaveling 398 m2 seharga Rp2,6 miliar. “Sekarang tinggal dua unit,” ungkapnya.

SOHO Awani

Awani Residence (8 ha) di Jl Raya Gadobangkong, Cimareme, Bandung Barat juga melansir 14 unit SOHO serupa Mei lalu. Tipenya lebih besar, tiga lantai 145 m2 di atas kaveling 70 m2 (5 x 14 m2). Menurut Martono, Marketing Manager PT Awani Bandung Realty, SOHO itu dilansir karena melihat banyaknya notaris yang berpraktik di dalam perumahan dan kawasan sekitarnya menyusul pembentukan Kabupaten Bandung Barat beberapa tahun lalu.

“Sampai ada candaan, di sini lebih susah cari tukang tambal ban daripada kantor notaris,” katanya. Pengembang menilai SOHO lebih mengakomodir kebutuhan jenis usaha seperti itu ketimbang rumah biasa. Karena itu lokasinya dipilihkan di blok C, Jl Awani 1, persis di belakang ruko Awani di Jl Gadobangkong yang juga menjadi lokasi gerbang perumahan. “Ini jalan raya ramai yang menghubungkan Kota Cimahi dan Padalarang,” tukasnya.

Jadi, suasana Awani SOHO@ Blok C itu tenang tapi mudah diakses baik dari luar maupun dalam perumahan. Selain itu dengan posisi di belakang ruko, jenis usaha yang layak dibuka di situ juga yang bersifat jasa. “Buka bengkel atau toko bangunan pasti tidak menarik,” ujarnya. Awani SOHO bisa digunakan sepenuhnya untuk ruang usaha, bisa juga dua lantai untuk tempat kerja, lantai tiga untuk hunian.

Karena itu lantai tiga didesain dengan plafon tinggi (lebih dari 3 m) untuk kelancaran sirkulasi udara. Penutup atapnya berbentuk pelana dengan tritisan panjang yang mengesankan arsitektur modern tropis, selaras dengan gaya desain rumah-rumah di Awani Residence tahap pertama (3,2 ha) yang sudah terbangun dan dihuni. Sedangkan fasadnya dihiasi aksen batu alam dengan banyak bukaan kaca transparan plus balkon kecil di lantai dua.

Teras SOHO di lantai dasar dibuat menerus membentuk selasar panjang yang menghubungkan semua unit tanpa sekat. “Jadi, tampilannya keren, tidak terkesan seperti ruko atau rukan,” kata Martono. Setiap unit dilengkapi area parkir yang bisa menampung dua mobil. Ruang dalam dibuat plong, pengaturan diserahkan kepada pemilik. Saat ini SOHO berstatus hak milik seharga Rp810 juta/unit all in itu sudah laku 4 unit.

Di luar itu ada juga SOHO Fatmawati (13 unit) dari Greenwoods di Jl RS Fatmawati, Jakarta Selatan. SOHO ini serupa ruko/ rukan yang memenuhi jalan raya yang akan dilalui MRT itu, berupa ruang plong empat lantai dengan lebar 4,5 m dan panjang bervariasi. Hanya desain fasadnya dibuat lebih menarik bergaya modern dengan banyak bukaan kaca transparan dan permainan kisi-kisi/ kerawangan. Tipe besar 985/285 dijual Rp21 miliar/unit dengan lebar bangunan 2,5 kali tipe kecil. Tipe kecil 305/50–309/71 dihargai Rp5–7 miliar.

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Perintah Menteri Rosan: Sampaikan Kepada Publik Senin Besok Kondisi Investasi RI Sesuai Fakta

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM...

Mei Masyarakat Banyak Belanja dan Kuras Tabungan, Cicilan Utang Meningkat

Pada Mei 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang dipakai...

Merosot Optimisme Kaum Menengah Atas Terhadap Prospek Penghasilannya

Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilansir pekan ini...

Berita Terkini