Investor China Ganggu Kebijakan Bank Sentral Australia
Meningkatnya jumlah investor properti Australia asal China menjadi perhatian Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia – RBA), karena menyebabkan RBA seakan kehilangan dayanya untuk menjaga investor asal Australia terhadap risiko housing bubble, menggunakan kebijakan tingkat suku bunga. Demikian menurut Kelvin Tay, UBS Regional Chief Investment Officer Asia Pacific.
Kenapa demikian? Karena perubahan suku bunga ternyata ternyata tidak menghalangi mereka, pasalnya kebanyakan dari mereka membeli secara tunai.
Padahal sejumlah kota besar Australia sudah memiliki data lengkap yang kuat (yang bisa menjadi patokan investor lokal), tapi pembeli Cina itu mendorong terus kenaikan harga. Akibatnya, kenaikan suku bunga menjadi tidak efektif untuk menekan kenaikan harga properti.
Oleh sebab itu, pihak UBS tidak mengusulkan RBA mengambil langkah tersebut, melainkan dengan mengeluarkan peraturan baru yang berguna untuk memitigasi risiko housing bubble tersebut.
“Australia bisa mencontoh pihak berwenang Hong Kong yang sukses mengenalkan reformasi pajak yang ditujukan bagi mereka yang membeli dan menjual properti dengan motif investasi,” ujar Tay. Ayu
(Sumber: South Morning Herald)
