Senin, Juni 15, 2026
HomeBerita PropertiPasar Rumah Australia Mendingin

Pasar Rumah Australia Mendingin

RP Data-Rismark pada April menunjukkan bahwa secara nasional nilai sektor perumahan hanya naik 0,3%. Padahal  pada bulan sebelumnya masih naik 2,3%, bahkan di beberapa kota mencapai pertumbuhan  bulanan terendah. Semua kota-kota besar mencatatkan kenaikan nilai pada bulan April, kecuali Melbourne dan Canberra yang turun masing-masing 0,5% dan 1,1%.

Pertumbuhan tertinggi tercatat di Brisbane, sebesar 1,1%. Sementara itu, di Sydney sebagian hanya tumbuh 0,5% dan ini adalah pertumbuhan bulan terendah sejak Juni 2013. Selama bulan Maret,  nilai perumahan di kota termahal di Australia ini tumbuh 2,8%.

Perumahan di Sydney, Australia
Perumahan di Sydney, Australia

Itu adalah pertumbuhan terendah, khususnya di Sydney dan Melbourne, di mana nilai propertinya terus bergelora sejak akhir 2012.  “Ini menunjukkan bahwa pasar sudah mulai bergerak menjauh dari puncak pada siklusnya,” ucap Tim Lawless, Director of Research RP Data.

Senior Research Analyst  RP Data, Camerson Kusher menambahkan pertumbuhan yang begitu pesat di Sydney telah berdampak pada daya beli konsumen di kota ini, terutama untuk properti kelas rendah. “Daya beli menjadi kendala mereka,” kata Kusher.

Pasar kelas bawah diperkirkan masih akan mengalami kenaikan, sebab tingkat pertumbuhannya yang masih rendah. Selama ini, aktivitas pertumbuhan terlihat kencang hanya di pasar kelas menengah dan top end.

Kusher memperkirakan nilai properti di Sydney akan terus meningkat, tetapi tidak sekencang kondisi kuartal pertama tahun ini. “Saya melihat Sydney masih akan tetap sebagai the best performing capital city markets, walaupun tidak sekuat saat-saat sebelumnya,” ujar Kusher.

Pola serupa terlihat di Melbourne, di mana pasar kelas atasnya tetap menunjukkan pertumbuhan terkuat. “Pasar kelas bawahnya mulai menurun, di mana hal ini sangat berarti sekali untuk harga tertingginya, yang membuat akan banyak pembeli mampu membeli,” ungkap Kusher.

Melihat kondisi ini, Kusher menilai, bahwa kini Australia sedang memasuki masa pendinginan.  Penyesuaian indeks perumahan dari bulan ke bulan tidak akan terlalu terlihat. Pasar perumahan Melbourne akan semakin surut, sebaliknya Brisbane akan semakin kuat. Hal ini lebih karena kesenjangan yang sudah sangat lebar antara Brisbane dengan Sydney dan Melbourne, sehingga mendorong banyak orang untuk berinvestasi ke Brisbane.

Kota-kota lain yang juga tumbuh baik pada bulan lalu adalah Adelaide (2,1%), Darwin (1,1%) lalu Perth dan Hobart yang masing-masing tumbuh 0,2%. Ayu

 

(Sumber: South Morning Herald)

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Perintah Menteri Rosan: Sampaikan Kepada Publik Senin Besok Kondisi Investasi RI Sesuai Fakta

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM...

Mei Masyarakat Banyak Belanja dan Kuras Tabungan, Cicilan Utang Meningkat

Pada Mei 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang dipakai...

Merosot Optimisme Kaum Menengah Atas Terhadap Prospek Penghasilannya

Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilansir pekan ini...

Berita Terkini