Sabtu, Oktober 24, 2026
HomeNewsBerita UmumRedenominasi Rupiah, Apa Dampaknya Terhadap Properti

Redenominasi Rupiah, Apa Dampaknya Terhadap Properti

Pemerintah terus mematangkan rencana redenominasi atau pengurangan 3 nol nilai mata uang rupiah, seperti Rp1.000 menjadi Rp1 tanpa mengurangi nilai instrinsiknya. Redenominasi mata uang ini untuk penyederhanaan angka sehingga catatan transaksi menjadi lebih mudah. Bila kebijakan ini jadi diterapkan apa dampaknya terhadap transaksi properti.

Redenominasi-Mata-Uang-Rupiah

Menurut Ishak Chandra, CEO Strategic Development and Services Sinar Mas Land (SML), beleid ini punya dampak positif terhadap sektor properti kendati tidak langsung. Ia menyebutkan redenominasi akan membuat tersembunyinya inflasi tingkat tinggi. Contohnya orang yang dulu membeli gadget seharga Rp10 juta menjadi Rp10 ribu, seolah-olah nilainya kecil. Kalau pedagang menaikkan menjadi Rp12 ribu pembeli secara psikologis tidak terasa karena hanya naik Rp2 ribu. Padahal itu sama dengan Rp2 juta sehingga nilai uang tergerus cukup besar.

“Orang pada akhirnya akan berpikir daripada nilainya berkurang karena inflasi yang tidak terasa lebih baik dibelanjakan dan disimpan dalam bentuk aset property. Properti sendiri harganya pasti akan naik, dinaikkan hanya seribu padahal sejuta, itu nggak akan terasa,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Rabu (2/8).

Properti menjadi pilihan karena lebih aman dan nilainya asetnya terus naik. Aset property akan meredam inflasi karena kenaikan nilainya lebih besar, minimal sama dengan inflasi.

Berita Terkait

Ekonomi

Luncurkan DNKK, Presiden Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun Tahun Depan

Pemerintah memperkuat orientasi inklusi keuangan, dengan tidak hanya memperluas...

Ekonomi Digital Jadi Andalan Capai Target Pertumbuhan 6 Persen. Menko Airlangga Jelaskan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menempatkan ekonomi digital sebagai salah...

BI: Manufaktur Ekspansif, Tapi Serapan Tenaga Kerjanya Masih Minus

Serupa dengan S&P Global dan Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia...

Berita Terkini