Selasa, April 21, 2026
HomeBerita PropertiTiga Kampus Peduli Transformasi Kota dan Penerapan Smart City

Tiga Kampus Peduli Transformasi Kota dan Penerapan Smart City

Perkembangan teknologi mendorong segala sesuatunya harus menjadi lebih cepat dan efisien, termasuk pengelolaan kota sehingga muncul istilah smart city. Seiring pembangunan yang pesat di banyak kota dan makin padatnya populasi, penggunaan dan penerapan teknologi menjadi sebuah keharusan untuk menjamin sebuah kota dikelola dengan baik dan ramah bagi seluruh warganya.

Penerapan konsep smart city yang terus berkembang diterapkan sesuai dengan kebutuhan sebuah kawasan. Berkaitan dengan itu, beberapa kampus ternama telah banyak melakukan riset dan kajian untuk penerapan konsep itu. Salah satunya Universitas Pelita Harapan (UPH) yang berkolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui seminar “Transforming Lives Human & Cities: Who Build Cities?” di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Seminar yang telah memasuki seri kelima ini diselenggarakan Urban and Regional Development Indonesia (URDI) dan diharapkan bisa menjadi motor penggerak dan katalis untuk riset-riset dan praktik yang bisa dilakukan seluruh stakeholder. Dengan semakin banyak pihak terlibat khususnya dari kalangan akademisi, diharapkan meningkatkan terwujudnya kota yang tetap layak huni.

“Kami mengharapkan semangat dari serial seminar ini membuat kita terus antusias meningkatkan aspek kelayakan hidup di kota kita. Makanya selain seminar kita juga meneken kesepakatan bersama UI-ITB-UPH untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan SDM di masing-masing institusi, guna melakukan penelitian bersama, pertukaran ilmuwan atau mahasiswa, dan mengadakan konferensi ilmiah bersama-sama (tentang pengelolaan kota masa depan),” kata Alwi Sjaaf, Senior Advisor School of Design UPH.

Seminar juga diisi paparan pengalaman kepala daerah seperti Walikota Bogor Bima Arya dalam menerapkan konsep transformasi kota dan smart city di Bogor. Pembicara lainnya Dekan Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB Wijdaja Martokusumo, sosiolog Paulus Wirotomo dari FISIP UI, dan Sibarani Sofian dari Urban+.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini