Selasa, April 21, 2026
HomeBerita PropertiPemakaian Kredit Bank dalam Pengembangan Perumahan Mulai Naik Kendati Tipis

Pemakaian Kredit Bank dalam Pengembangan Perumahan Mulai Naik Kendati Tipis

Makin longgarnya likuiditas di pasar dan persyaratan bank dalam penyaluran kredit, diikuti penurunan bunga kendati masih kecil, membuat pangsa penggunaan kredit bank oleh developer dalam pengembangan perumahan meningkat lagi meski masih kecil.

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) di pasar primer yang dipublikasikan Bank Indonesia, Kamis (6/11/2025), mengungkapkan, pada triwulan III 2025 sumber pembiayaan utama developer dalam pengembangan proyek perumahan masih dana internal dengan pangsa 77,67 persen, diikuti kredit bank 16,02 persen, dan pembayaran dari konsumen 6,31 persen.

Porsi penggunaan dana internal itu menurun dibanding triwulan II 2025 sebesar 78,36 persen, dan sebaliknya penggunaan kredit bank meningkat dari sebelumnya 15,68 persen, begitu pula pembayaran konsumen yang sebelumnya 5,96 persen.

Sebagai catatan, pada triwulan I 2024 porsi dana internal perusahaan dalam pengembangan proyek residensial hanya 72,93 persen, kredit bank 20,3 persen, dan pembayaran konsumen 6,77 persen.

Baca juga: Makin Mengecil Penggunaan Kredit Bank oleh Developer Perumahan

Pada triwulan II 2024 penggunaan dana internal itu meningkat menjadi 74,69 persen, kredit bank turun menjadi 19,31 persen, begitu pula pembayaran konsumen 6 persen.

Pada triwulan III dan IV 2024 persentase penggunaan dana internal itu stabil di 74,31 persen dan 74,38 persen, kredit bank 19,68 persen dan 20,01 persen, serta pembayaran konsumen 6,01 persen dan 5,61 persen.

Namun pada triwulan I 2025 porsi dana internal pengembangan perumahan itu melonjak menjadi 77,28 persen, pinjaman bank melorot menjadi 16,62 persen, dan pembayaran konsumen 6,10 persen.

Penggunaan dana internal itu makin meninggi pada triwulan II 2025 seperti disebutkan di atas, sebelum menurun pada triwulan tiga.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini