Minggu, April 19, 2026
HomeBerita PropertiSharp Operasikan Pabrik Baru di Karawang

Sharp Operasikan Pabrik Baru di Karawang

Sharp Operasikan Pabrik Baru di Karawang

Peningkatan kelas menengah di Indonesia berimbas pula pada kenikan kebutuhan peralatan rumah tangga (home appliances). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pabrikan asal Jepang, Sharp, mengoperasikan pabrik baru di Karawang International Industrial City (KIIC), Karawang, Jawa Barat, awal September 2013.

Pabrik Baru PT Sharp Electronics Indonesia
Pabrik Baru PT Sharp Electronics Indonesia

Menurut Fumihiro Irie, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia (SEID), pabrik baru di Karawang ini akan dikhususkan untuk memproduksi peralatan rumah tangga seperti mesin cuci (washing machine) dan lemari es (refrigerator). “Saat ini masih digunakan untuk produksi mesin cuci, kemudian akan dilengkapi dengan produksi lemari es pada bulan Oktober. Dua produk ini yang paling besar permintaannya sehingga kami perlu buka pabrik baru di sini,” ujarnya.

Berdasarkan data medium term management plan pada Mei 2013 yang dirilis oleh Sharp Corporation Jepang, ekspansi bisnis menjadi rencana penting bagi Sharp, utamanya di kawasan ASEAN. Khusus di Indonesia, ada potensi peningkatan pasar untuk produk mesin cuci dan lemari es mencapai 15-20 persen setiap tahunnya. “Makanya kami melipat-gandakan kapasitas produksi menjadi 2,5 kali lipat,” tambahnya.

Pabrik baru di atas lahan 31 ha ini menelan dana investasi Rp1,2 triliun dengan kapasitas produksi 220 ribu kulkas dan 140 ribu mesin cuci per bulan. Di Indonesia, Sharp sudah hadir sejak tahun 1970 melalui PT Yasonta yang kemudian berganti nama menjadi PT Sharp Yasonta Indonesia setelah statusnya sebagai PMA. Tahun 2005, PT Sharp Yasonta Indonesia berubah menjadi PT SEID.

Pabrik baru di Karawang ini dibangun pada Juli 2012 yang merupakan perluasan dari pabrik Sharp di Pulogadung, Jakarta Timur. Kini, PT SEID telah memiliki 30 kantor cabang, 29 service center, 40 Sharp Direct Service (SDSS), 260 Sharp Authorized Service Station (SASS), dan 24 Sharp Service Representative (SSR) yang tersebuar di seluruh Indonesia. Selain itu juga ada dua unit Sharp Mobile Service Station (SMSS), empat Sharp Service Corner (SSC), serta fasilitas Sharp Customer Service Mobile Application. YI

Berita Terkait

Ekonomi

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini