Pemerintah Bangun Bendungan Teritip Balikpapan
Sejalan dengan pesatnya perkembangan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pembangunan sarana dan prasaran wilayah terus digalakan. Salah satunya pembangunan Bendungan Teritip di Desa Teritip, Balikpapan. Bendungan ini dimaksudkan untuk mengatasi defisit air baku di daerah tersebut dan menjadi pengendali banjir.
Pengelolaan sumber daya air ini menjadi perhatian Kementrian Pekerjaan Umum (PU) agar di kemudian hari tidak menjadi persoalan. “Ini menjadi komitmen Kementerian PU untuk terus melakukan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air baik kualitas maupun kuantitasnya,” ujar Menteri PU Djoko Kirmanto pada acara groundbreaking Bendungan Teritip, di Balikpapan, akhir pekan lalu.
Pembangunan bendungan hanya upaya awal untuk mengelola sumber daya air secara baik. Setelah ini yang perlu mendapat perhatian adalah aspek pengelolaan di lapangan terutama koordinasi antarinstansi di pusat, propinsi, dan kabupaten/kota. “Jadi bukan berhenti di pembangunan bendungan ini, yang lebih penting dan sustain adalah operasi dan pemeliharaan bendungan yang menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU, Danis Sumadilaga, biaya untuk membangun Bendungan Teritip sebesar Rp270 miliar. Dana sebanyak itu rinciannya Rp262 miliar untuk biaya konstruksi dan Rp8 miliar untuk supervisi. “Total lahannya 300 ha menjadi tanggung jawab Pemkot Balikpapan. Bendungan ini mampu menampung 2,4 juta meter kubik air dengan output 260 liter per detik,” katanya. Yudis
