Aktivis Lingkungan Kudus Serukan Peduli Lingkungan
Puluhan mahasiswa dan aktivis pecinta lingkungan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa, menggelar aksi damai memperingati Hari Bumi di Alun-alun setempat sekaligus mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.
Aksi damai tersebut diawali dengan menggelar orasi secara bergiliran sambil membentangkan spanduk bertuliskan “Hari Bumi” serta sejumlah spanduk bertuliskan “save our earth dan menanam mengobati luka bumi”.
Selain itu, para pengunjuk rasa juga membagikan 100 bibit tanaman dan selebaran yang berisi imbauan kepada masyarakat untuk turut serta menyelamatkan bumi lewat penanaman pohon, membuang sampah pada tempatnya, dan hemat air.
Para pengunjuk rasa juga menggelar panggung bebas dan pertunjukan seni yang bercerita soal upaya penyelamatan bumi dari ulah orang-orang tak bertanggung jawab.
Koordinator aksi, Wahyu Dwi Pranata, mengungkapkan tujuan aksi damai ini hanya sekadar mengingatkan kepada masyarakat tentang hari bumi dan mengajak mereka untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan.
“Masyarakat juga perlu mengingat kembali bahwa bencana alam yang telah terjadi di Kudus, salah satunya akibat ulah manusia,” ujarnya.
Untuk itu, kata dia, masyarakat perlu melakukan upaya-upaya pencegahan lewat penanaman pohon di lingkungan sekitar, membuang sampah pada tempatnya, dan tolak barang yang tidak ramah lingkungan.
Lewat penanaman pohon tersebut juga bermanfaat untuk mengurangi emisi gas karbondioksida (CO2) sesuai dengan fungsi tanaman yang membutuhkan CO2 untuk proses asimilasinya selain menjaga ketersediaan air tanah, sehingga bumi tetap terjaga kelestariannya.
Masyarakat, katanya, perlu pula membiasakan pola hidup sehat dan hemat, terutama dalam hal penggunaan energi listrik dan air bersih.
Menurut dia, masyarakat juga perlu mengetahui bahwa kondisi hutan yang ada di lereng Gunung Muria semakin memprihatinkan, karena hampir 50-an persen lahan mengalami kerusakan.
Dalam waktu dekat, katanya, aktivis lingkungan di Kudus bekerja sama dengan Muria Research Center (MRC) Indonesia akan melakukan pendampingan masyarakat di lereng Gunung Muria.
Rencananya, kata dia, akan dibentuk kegiatan ekstra pesantren lingkungan dengan melibatkan siswa kelas V sekolah dasar (SD) Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus.
