Rabu, Mei 6, 2026
HomeNewsIbukotaPDAM Jaya: Jakarta Masih Kekurangan Air Baku

PDAM Jaya: Jakarta Masih Kekurangan Air Baku

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya Sri Kaderi Widjajanto mengatakan, ketersediaan air baku di Jakarta masih sangat terbatas, sehingga kurang mampu memenuhi kebutuhan warga akan air bersih.

“Jakarta membutuhkan air baku hingga 31 meter kubik per detik untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 10 juta warganya. Namun, sampai sekarang, air baku yang tersedia baru mencapai 18 meter kubik per detik,” kata Sri di Jakarta, Kamis.

pdam-jaya

Dengan demikian, menurut dia, ketersediaan air baku di Jakarta masih kurang sebanyak 13 meter kubik per detik. Artinya, layanan air bersih perpipaan di ibu kota saat ini belum optimal atau mencapai 100 persen.

Padahal, sambung dia, dengan adanya 13 sungai besar dan 70 sungai kecil yang ada di ibu kota, potensi air baku di Jakarta bisa mencapai 15 ribu kubik per kapita per tahun. Pengelolaannya pun dibagi oleh dua operator, yaitu PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra).

“Namun, pada kenyataannya, mengolah air baku tersebut bukan lah pekerjaan yang mudah. Kita saja masih sulit mendapatkan air baku untuk keperluan air minum di Jakarta,” ujar Sri.

Dia menuturkan saat ini baru 60 persen warga Jakarta yang terlayani oleh perpipaan. Sedangkan, sebagian warga mendapatkan akses air bersih non perpipaan, seperti dari stasiun air atau kios air dan hidran air sekitar 16 persen.

Sementara itu, sisanya, sebanyak 24 persen warga Jakarta masih memanfaatkan air dalam tanah. Pihaknya pun menargetkan layanan perpipaan dapat mencapai 87 persen pada 2018 mendatang.

“Kami terus berupaya meningkatkan layanan air bersih perpipaan. Salah satu langkahnya, yakni dengan membangun instalansi pengolahan air di Bekasi. Kemudian, bersama dua BUMD dan BUMN, kami akan membangun instalasi pengolahan air Sungai Ciliwung menjadi air bersih,” tutur Sri.

Rencananya, dia mengungkapkan instalasi pengolahan air baku di sungai Ciliwung itu akan dibangun di kawasan Lenteng Agung atau di Condet. Reservoir-nya akan dibangun di sepanjang sungai Ciliwung.

Selain itu, bersama Palyja, pihaknya akan membangun instalasi pengolahan air di kawasan Pejaten dan Pesanggrahan. Selanjutnya, akan dibangun instalasi pengolahan air mobile yang akan berfungsi mengolah air dari Waduk Pluit untuk didistribusikan kepada warga yang tinggal di rumah susun (rusun) Pluit. Ant.

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Kita Sudah Keluar dari Jebakan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

Menteri Keuangan (Mnekeu) Purbaya Yudhi Sadewa sumringah, karena perekonomian...

Supaya Ekonomi Tetap Tumbuh Tinggi, Pemerintah Akan Lakukan Ini

Badan Pusat Statistik (BPS) sudah melansir aneka pencapaian positif...

Full Nganggur 7,24 Juta, Setengah Nganggur 10,73 Juta, Proporsi Pekerja Informal Meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Selasa (5/5/2026), pengangguran terbuka...

Berita Terkini