Kuat Seperti Besi, Bambu Bisa Untuk Struktur Bangunan
Bambu sudah sangat lama digunakan di negeri ini untuk berbagai kebutuhan mulai bahan bangunan, perabotan, dan sebagainya. Indonesia juga kaya dengan keragaman jenis bambu, paling tidak 12 persen jenis bambu dunia ada di Indonesia. Seperti kelapa, semua bagian batang bambu bisa dimanfaatkan untuk beragam hal.
Akar dan bonggol bambu bisa dijadikan bahan makanan, obat, hingga kerajinan. Bagian batang, cabang, dan ranting bisa digunakan untuk serat kain, peralatan makan-minum, bahan baku kertas, material bahan bangunan, hingga bahan bakar. Daun bambu juga bisa digunakan sebagai bahan baku kertas dan pupuk. Kandungan air di dalam bambu bisa untuk pengobatan dan pengawet alami.
Pendiri Banten Creative Community (BCC), Mukoddas Syuhada mengatakan, masih sangat banyak manfaat dan potensi yang bisa didapatkan dari bamboo. Sayangnya banyak yang menyangsikan kekuatan bambu untuk bahan bangunan. “Bila digunakan untuk struktur, bambu memiliki kekuatan setara besi dan beton,” katanya kepada housing-estate.com di BCC Serang, Banten, Sabtu (21/6).
Untuk membuktikan kekuatan bambu, Mukoddas membuat dua unit sepeda berbahan bamboo dan cukup kuat ketika digunakan di medan yang cukup ekstrim. Dengan treatment tertentu, bambu bisa sangat kuat, digergaji pun susah. Karena kekuatannya bambu bisa digunakan untuk konstruksi jembatan.
Agar masyarakatkan lebih memahami manfaat bambu Mukoddas mendirikan BCC dengan menyelenggarakan beragam kegiatan, seperti workshop, pelatihan, dan penanaman. Pesertanya bukan hanya masyarakat lokal tapi juga dari Perancis, Jerman, Vietnam, Meksiko, Thailand, dan elemen-elemen masyarakat yang ingin belajar mengenai bambu.
Mukoddas bercita-cita hingga tahun 2025 mendatang dapat menghijaukan lingkungan dengan sebanyak mungkin menanam bambu. Bambu merupakan tanaman mudah tumbuh, hanya butuh waktu 3-4 bulan untuk tumbuh dengan perawatan sangat sederhana. BCC tengah membiakkan bambu langka dari jenis bambu hitam (black betung) untuk mensuplai kebutuhan bahan alat musik tradisional angklung Saung Ujo di Bandung.
Kendati bambu melimpah Indonesia tergolong negeri yang belum memanfaatkan tanaman ini secara maksimal. Kalau tanaman ini dimanfaatkan optimal, Mukoddas optimis Indonesia bisa lebih baik dalam mencukupi papan, pangan, sandang, energi, dan lingkungan yang lebih baik.
Selain untuk bahan bangunan, bambu juga menghasilkan 35 persen oksigen lebih banyak dibanding tanaman lain, mampu mengikat polutan lebih banyak, memecah angin, mengikat debu, dan menyerap bau. ”Bambu bisa menggantikan fungsi kayu, logam, plastik, dan serat. Ini revolusi bambu yang ingin kita usung melalui sebuah langkah sederhana yang kami rintis,” imbuhnya. Yudis
