Harga Rumah di Serpong Tidak Bergerak
Harga properti di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, mengalami tekanan hebat. Kawasan pertumbuhan di barat Jakarta yang harga propertinya beberapa tahun lalu melonjak-lonjak, sejak tahun tiga tahun terakhir terus melandai. Kondisi pasar properti yang lesu ditambah serangkaian kebijakan dari regulator membuat sektor ini terpukul. Paling buruk pertumbuhan harga tahun 2014-2015.
Menurut data HousingEstate Data Center (HEDC) harga rumah menengah atas di Serpong tahun lalu stagnan atau nyaris tidak bergerak. Contohnya de Maja BSD City, selama tujuh bulan harganya tidak berubah. Pada Maret 2015 tipe 260/300 harganya Rp5,98 miliar, tujuh bulan kemudian (Oktober 2015) harganya masih sama. Masih di BSD City, rumah tipe 92/119 di kawasan The Eminent selama dua tahun hanya naik 5,8 persen. Pada Juli 2013 rumah tersebut dibandrol Rp1,7 miliar, Oktober 2015 naik menjadi Rp1,8 miliar.
Pelambatan pertumbuhan harga itu mulai tahun 2013 dan memuncak dua tahun berikutnya. Rumah menengah kondisinya secara umum tidak jauh berbeda. Di beberapa perumahan dalam enam bulan harganya naik 2,5 – 6 persen, seperti 9 Residence di Jl H Rean Pamulang, tidak jauh dari Jl Raya Puspitek, dan Serpong Lagoon di Jl Lingkar Selatan Serpong. Demikian juga Serpong Jaya di Jl Puspitek. Serpong Jaya memasarkan tipe 70/84 seharga Rp892 juta (April 2015) kemudian naik menjadi Rp906,4 pada November 2015. Bahkan ada sejumlah perumahan yang harganya tidak naik kendati perumahannya masih aktif dipasarkan.
Meski demikian masih ada satu dua perumahan yang pertumbuhannya cukup bagus. Seperti Jade Park Serpong 2 di Jl Raya Puspitek, pada Februari 2015 perumahan dari PT Selaras Nuansa Estetis itu melansir tipe 39/72 Rp419,8 juta, enam bulan kemudian harganya menjadi Rp518,3 juta, naik sebesar 23 persen. Harga tersebut sampai sekarang masih bertahan.
Accola Park di Buaran harganya masih tumbuh moderat. Awal tahun 2015 DMS Propertindo, pengembangnya, menawarkan rumah tipe 70/84 Rp1,07 miliar. Sebelum tutup tahun 2015 pengembangnya melansir tipe 77/88 seharga Rp1,27 miliar.
