Sabtu, April 25, 2026
HomeBerita PropertiMenengok Rumah Rp120 Jutaan Yang Dibangun Perumnas Dengan Sistem Precast

Menengok Rumah Rp120 Jutaan Yang Dibangun Perumnas Dengan Sistem Precast

Perumnas tengah mengembangkan proyek baru yang dinamakan Perumnas Dramaga (40 ha) di Jl Raya Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat. Lokasinya di pinggir jalan raya, sekitar 7 km dari kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Di sini Perumnas akan membangun 2.300 unit rumah yang sebagian besar rumah bersubsidi untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

perumnas-dramaga-bogor

Rumah bersubsidi yang dipasarkan terdiri tipe 21/60 seharga Rp126 juta, 28/72, dan 36/60 seharga Rp141 juta. Menurut Asisten Manager Pemasaran Perumnas Dramaga Tatag Hastungkoro, proyek ini merupakan pilot project Perumnas membangun rumah dengan sistem precast.

Precast merupakan material berbahan dasar semen hasil pabrikasi Perumnas. Bentuknya berupa lempengan setebal 10 cm yang dipasang susun menjadi bangunan rumah sesuai tipenya. Rangkanya menggunakan baja ringan, lantai keramik, kusen alumunium, dan atap metal berpasir. Untuk partisi bagian dalam menggunakan material gipsum.

pembangunan-rumah-murah-perumnas-dramaga-bogor

“Dengan sistem seperti ini rumah menjadi lebih presisi dan proses pembangunannya lebih cepat. Untuk membuat satu bangunan rumah hanya membutuhkan waktu lima jam. Untuk membangun keseluruhan mulai lantai, partisi, dan atap hanya butuh waktu dua minggu,” ujar Tatag kepada housing-estate.com di Perumnas Dramaga Bogor, akhir pekan lalu.

Kelebihan penggunaan precast adalah lebih kuat dan lebih tahan terhadap gempa. Kalau sampai bangunan roboh plat papan semen akan menyatu membentuk bidang siku sehingga tetap memberikan ruang di bagian bawah. Jadi, konstruksinya tidak ambruk ke bawah yang bisa berbahaya bagi penghuni.

Karena hasil produksi pabrikasi rumahnya menjadi lebih presisi dan tampilannya menjadi lebih baik. Tatag mengakui awalnya sempat khawatir menawarkan rumah dengan sistem precast seperti ini, tapi akhirnya konsumen bisa menerima karena kualitas rumahnya memang lebih baik. “Sistem ini biasanya diterapkan untuk bangunan highrise, makanya kami pionir untuk menerapkan sistem ini di rumah tapak. Ke depan untuk mengejar kecepatan dan kualitas, sistem seperti ini harus terus diperbanyak,” katanya.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Transaksi QRIS Melesat 116,43 Persen

Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan Bank Indonesia (BI)...

Optimisme Kadin Indonesia Menjadi Negara Maju

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya...

Bos BI: Rupiah Sudah Undervalued, Akan Menguat Selaras Fundamental Ekonomi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, nilai tukar...

Dari 500 Ribuan Investor SBN, Perempuan Baru 9 Persen

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya peran...

Berita Terkini