Rabu, April 22, 2026
HomeNewsEkonomiDari 500 Ribuan Investor SBN, Perempuan Baru 9 Persen

Dari 500 Ribuan Investor SBN, Perempuan Baru 9 Persen

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya peran perempuan saat ini, sebagai penopang perekonomian nasional. Ia menyatakan hal itu dalam sambutan pada acara Peringatan Hari Kartini Kementerian Keuangan 2026 yang mengusung tema “Perempuan Hebat, Indonesia Kuat” di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Menkeu mengawali sambutannya dengan refleksi mengenai peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.

“Kalau di kehidupan berumah tangga, siapa yang paling tahu soal anggaran? Siapa juga yang paling disiplin jaga belanja? Jawabannya hampir pasti ibu (perempuan),” kata Purbaya dikutip dari keterangan Kemenkeu.

Ia menyebutkan, perempuan telah lama menjadi “menteri keuangan” di level paling dasar melalui praktik nyata dalam keluarga. Menkeu kemudian mengajak seluruh hadirin untuk memaknai Hari Kartini secara lebih mendalam.

“Kartini tidak hanya soal emansipasi, Kartini bicara soal kesempatan. Kesempatan untuk berpikir, kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk berperan. Dan pesan beliau yang sangat jelas adalah, kalau perempuan tertinggal, bangsa tidak akan maju,” ujar Purbaya.

Baca juga: Pendapatan Pengusaha UKM Perempuan Naik Sejak Gunakan Pembayaran Digital

Ia pun menggarisbawahi kontribusi perempuan dalam perekonomian nasional melalui sektor UMKM. Dengan lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) berasal dari UMKM yang menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja, mayoritas pelakunya adalah perempuan.

“Artinya jelas, perempuan bukan hanya pelaku ekonomi, perempuan adalah penopang ekonomi,” jelas Menkeu.

Namun, Purbaya juga menyoroti partisipasi perempuan dalam sektor keuangan, termasuk dalam investasi. Ia mengungkapkan, dari jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang telah melampaui 500 ribu orang, perempuan atau ibu rumah tangga baru sekitar 9 persen.

“Ini memang bentuk emansipasi baru. Ketika perempuan paham keuangan, dia melindungi keluarga dari risiko (dengan berinvestasi). Dia menciptakan masa depan yang lebih pasti,” terang Menkeu.

Baca juga: Literasi Keuangan Perempuan Lebih Tinggi Daripada Laki-Laki

Pada kesempatan itu, Purbaya memberikan apresiasi kepada satuan kerja yang menerima penghargaan kantor ramah lingkungan (eco-office), sebagai bentuk komitmen terhadap efisiensi dan keberlanjutan lingkungan kerja. Penghargaan tersebut mencerminkan komitmen nyata dalam mendukung praktik kerja yang lebih berkelanjutan.

Menutup arahannya, Menkeu menekankan, kekuatan ekonomi nasional berakar dari kekuatan ekonomi keluarga. Karena itu ia mengaku optimis dengan peran perempuan Indonesia dalam memperkuat bangsa. “Saya percaya perempuan hebat untuk Indonesia kuat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Angka Defisit Fiskal adalah Sinyal Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik lima pimpinan...

Pemerintah Bilang Triwulan I Kredit Tumbuh Double Digit, Tapi Kredit UMKM Masih Payah

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, pemerintah terus memperkuat peran...

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Berita Terkini