Kolaborasi Bank Tanah-Permodalan Madani Beri Akses HPL untuk Masyarakat
Badan Bank Tanah (BBT) kembali menegaskan komitmennya terkait program reforma agraria. Program ini bukan sekadar bagi-bagi tanah tapi juga sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat sebagai penerima manfaat, salah satunya dengan menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
BBT dan PNM sepakat untuk bersinergi dalam memberdayakan subjek reforma agraria di atas hak pengelolaan lahan (HPL) BBT. Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama (PKS) yang dilakukan kedua belah pihak beberapa waktu lalu.
Menurut Plt. Kepala BBT Hakiki Sudrajat, melalui sinergi ini masyarakat akan mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pendampingan usaha, pembiayaan, serta penguatan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi ekonomi di atas lahan yang dikelola.
“Bagi kami tanah bukan sekadar aset tetapi ruang harapan. Melalui kerja sama ini kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang menjadi subjek reforma agraria di atas HPL BBT benar-benar bisa mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya melalui siaran pers yang diterbitkan Selasa (21/04).
Pemberdayaan menjadi kunci penting agar pemanfaatan lahan tidak berhenti pada aspek administratif tetapi mampu menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Kerja sama ini juga untuk memastikan kalau setiap jengkal tanah yang dikelola dapat menghadirkan manfaat nyata.
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menyampaikan apresiasinya kepada BBT atas kepercayaan yang diberikan untuk memberdayakan penerima manfaat reforma agraria di atas HPL BBT.
“Melalui kerja sama ini kami berkomitmen untuk bersama-sama membuka akses, membuka peluang, dan membuka masa depan yang lebih baik bagi masyarakat khususnya perempuan prasejahtera di Indonesia,” katanya.
Menurut Arief, pemberdayaan bukan hanya soal memberikan bantuan tetapi tentang membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan martabat mereka yang selama ini bahkan tidak berani bermimpi. Ia menceritakan bahwa PNM telah sukses meningkatkan puluhan juta ekonomi Masyarakat Indonesia melalui program PNM Mekaar.
“Lebih dari 23,1 juta perempuan prasejahtera telah PNM dampingi. Dari yang awalnya memulai usaha kecil di rumah, berjualan gorengan, menjahit, hingga warung sederhana, kini banyak yang telah berkembang, membuka lapangan kerja, menyekolahkan anak-anaknya lebih tinggi, bahkan menjadi inspirasi di komunitasnya,” bebernya.
Melalui kolaborasi ini, lokasi Hak Pengelolaan BBT dapat menjadi pusat aktivitas produktif masyarakat. Tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan tetapi juga pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, hingga pembentukan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Bayangkan jika di setiap titik pengelolaan lahan tersebut tumbuh kelompok-kelompok usaha perempuan yang kuat, saling mendukung, dan mandiri. Ini bukan hanya tentang ekonomi tetapi juga tentang menciptakan komunitas yang berdaya dan sejahtera,“ tandas Arief.