Rabu, April 22, 2026
HomeBerita PropertiTatalogam Musnahkan Produk Baja Ringan Palsu

Tatalogam Musnahkan Produk Baja Ringan Palsu

Tindakan tegas diberlakukan untuk produk bahan bangunan yang dipalsukan. Kepolisian Daerah Metro Jaya bulan Februari lalu telah menyita ribuan batang produk baja ringan produksi PT Tatalogam Lestari yang dipalsukan di empat daerah: Jakarta Utara, Cikarang Utara, Cikarang Selatan, dan Bekasi dengan merek Taso dan Kaso.

Menurut Vice President Tatalogam Stephanus Koeswandi, pemalsuan itu berdampak buruk terhadap ekonomi nasional terkait penerimaan pajak, masyarakat pengguna juga dirugikan. “Karena produk baja ringan palsu itu berkualitas rendah sehingga berpengaruh pada kualitas bangunan,” katanya melalui siaran pers yang diterima housing-estate.com di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Tatalogam yang menggandeng Nurmansyah Advocates sebagai kuasa hukum bersama pihak kepolisian telah melakukan pemusnahan untuk tiga ribu batang produk Taso dan Kaso palsu Rabu (23/5/2018). Dasar hukum untuk kegiatan penyitaan dan pemusnahan produk palsu itu adalah Pasal 100 dan 102 Undang-Undang (UU) No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

“Kami juga menuntut produsen barang palsu ini untuk membayar ganti rugi dan melakukan permohonan maaf terbuka di media masa. Sementara kami melakukan penghitungan kerugian yang timbul akibat produk palsu ini, kami juga akan terus berinovasi dengan memberikan ciri khas produk untuk memudahkan pelanggan membedakan produk asli dengan yang palsu,” jelas Stephanus.

 

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Angka Defisit Fiskal adalah Sinyal Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik lima pimpinan...

Pemerintah Bilang Triwulan I Kredit Tumbuh Double Digit, Tapi Kredit UMKM Masih Payah

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, pemerintah terus memperkuat peran...

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Berita Terkini