HousingEstate, Jakarta - BSD City, township yang dikembangkan Sinar Mas Land (SML) di Serpong, Tangerang, Banten, tetap konsisten mengembangkan kawasan hunian yang ramah lingkungan (green development). Sekarang pengembangannya makin advanced atau canggih. Tidak sebatas area hijau yang luas, banyak taman dan pepohonan, melainkan membangun kota cerdas berbasis internet.

Beberapa tahun terakhir SML secara serius membangun infrastruktur digital itu di BSD yang membuat segala aktifitas hidup penghuninya semakin mudah. Ekosistem digital yang dikembangkan mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan yang disebut integrated smart digital city. Ini transformasi jauh ke depan dari sekedar memasang WiFi dan CCTV seperti yang diterapkan di banyak tempat. Karena itu dalam ajang Green Property Awards 2019 yang diselenggarakan majalah HousingEstate dan housingestate.id, BSD City mendapat Green Property Awards kategori green environment & infrastructure.

Ilham Wahyudi, Head of Sustainability Program Strategy & Monitoring Sinar Mas Land (Kiri)

Pengembangan smart digital city itu didukung internet berkapasitas sangat besar dan koneksinya dijamin tidak putus. Berapapun kebutuhan internet tersedia. Pengembangan ekosistem digital itu memudahkan perusahaan-perusahaan bidang ICT terutama start up berkantor di BSD. Ini sejalan dengan era industri 4.0 yang menjadi tren global. Salah satu bentuk proyek integrated smart digital city itu adalah Digital Hub yang dikembangkan di area seluas 25 ha. Konsepnya mirip Silicon Valley di Amerika Serikat, hasil rancangan NBBJ, konsultan arsitektur yang mendesain kantor Microsoft, Alibaba, Amazone, dan kantor pusat Samsung di Sillicon Valley-San Jose, California.

Digital Hub dirancang untuk berkantornya perusahaan rintisan (start up), technology leaders, dan creative technology seperti animasi, game, dan 3D. Mereka bisa langsung beroperasi karena semua infrastruktur dan fasilitas sudah disiapkan SML. Di sini rencananya akan dibangun 40-50 gedung perkantoran. Tahap pertama dibangun dua gedung, Knowledge Hub (25.000 m2) masingmasing 8 dan 3 lantai untuk perkantoran dan fasilitas. Perusahaan yang ingin berkantor bisa menyewa atau membangun gedung sendiri. “Mereka yang berkantor dan mau usaha di BSD tidak perlu pusing, tinggal bawa modal. Talent juga siap karena di BSD banyak vocational school bidang IT,” kata Irvan Yasni, CEO Technologi Business Sinar Mas Land.

Untuk mempercepat terbentuknya smart digital city itu, BSD juga menyiapkan terbentuknya komunitas digital dengan memfasilitasi beroperasinya vocational school di bidang IT. Talent yang dihasilkan untuk mengisi kebutuhan industri 4.0 di BSD dan di luarnya yang cukup banyak. Ada sejumlah sekolah IT yang beroperasi di BSD. Antara lain Apple Academy, Techpolitan, Binar Academy, Creativenest, NXL Esport, dan Purwadhika Startup & Coding. Beberapa vocational school itu setiap tahun menghasilkan sekitar 700- 1.000 tenaga terampil di bidang IT.

 

OneSmile

BSD juga mengembangkan aplikasi OneSmile yang dapat diunduh di playstore melalui smartphone. Aplikasi ini untuk mendukung smart traffic di kota baru itu. Aplikasi ini dapat mendeteksi kondisi lalu lintas di BSD dan mengarahkan pengendara ke rute yang arusnya lancar. SML juga menyediakan BSD Link, bus kawasan yang mengoneksikan klasterklaster hunian dengan fasilitas publik di BSD seperti AEON mall, kawasan Intermoda, Giant Hypermarket, dan stasiun KRL. Dengan adanya angkutan ini warga yang hendak melakukan perjalanan ke berbagai tempat di BSD tidak harus membawa kendaraan pribadi.

OneSmile juga dapat digunakan untuk melakukan berbagai transaksi yang memudahkan warga. Cukup dengan smartphone orang bisa membayar tagihan listrik, air, IPL, membeli makanan, membeli tiket pertunjukan, memantau posisi BSD Link, dan lain sebagainya.

Beberapa bulan terakhir BSD juga mengoperasikan GrabWheels, skuter listrik hasil kerjasama dengan Grab. Alat transportasi ini sedang ngetren di kalangan anak muda perkotaan. GrabWheels hanya digunakan untuk jarak pendek 3-5 km yang akan memperkuat integrasi transportasi di kawasan. Pengoperasian moda ini baru uji coba, tahap awal dioperasikan 50 unit yang ditempatkan di The Breeze dan Green Office Park.

Melengkapi sistem transportasi publik itu, SML juga membangun kawasan Intermoda seluas 25 ha. Kawasan ini terintegrasi dengan stasiun KRL Cisauk melalui skybridge sepanjang 700 m. Tempat ini dilengkapi area komersial dan fasilitas parkir kendaraan bermotor (park & ride). Seluruh angkutan publik seperti BSD Link, feeder busway, Transjakarta, dan angkutan umum darat lainnya masuk ke kawasan Intermoda. Bike path dan jalur pedestrian sudah lebih dulu tersedia.

Di kawasan ini orang bisa berganti moda transportasi. Yang hendak ke kantor di pusat bisnis Jakarta bisa menumpang kereta. Dari klaster hunian naik BSD Link atau membawa kendaraan pribadi, kemudian diparkir di park & ride. Selain melalui kawasan Intermoda, warga juga bisa menumpang kereta di stasiun Rawabuntu yang lokasinya menyatu dengan BSD City di Jl Raya Rawabuntu, persis di pinggir jalan tol Jakarta-Serpong. Sama dengan Intermoda, stasiun Rawabuntu juga dilayani BSD Link. Sementara itu bus Transjakarta melayani rute BSD–Grogol, Jakarta Barat.

SML juga mengalokasikan ruang terbuka hijau sangat luas. Kawasannya asri dan teduh, di kawasan hunian dan area publik. Selain itu sepanjang jalan utama dan lingkungan dijadikan sabuk hijau (green belt) dan beberapa ruas jalan mediannya berupa taman luas dengan popohonan besar. “Kami komit dengan pengelolaan lingkungan hijau, masuk BSD masih dingin, masih ada kabut,” kata Irvan. Di dalam kawasan ada dua danau besar, yaitu di Vanya Park dan The Breeze yang dapat mendinginkan suhu mikro di sekitarnya dan menjadi tandon air.

Propertinya juga dirancang ramah lingkungan. Bukan saja hunian tapi juga properti komersial. Misalnya, beberapa gedung perkantoran di Green Office Park BSD sudah hemat energi, hemat pemakaian air, dan mengurangi penggunaan plastik. The Breeze, pusat gaya hidup seluas 13,5 ha di BSD City, juga dirancang terbuka (open air), banyak ruang terbuka, taman, pepohonan. Seluruh bangunan yang ada terkoneksi melalui koridorkoridor yang lebar dan terbuka.