HousingEstate, Jakarta - Merosotnya pasar properti beberapa tahun terakhir ditambah pandemi Covid-19 memukul secara telak perusahaan yang bergerak di sektor properti. Dampak paling serius terjadi pada perusahaan pengembang yang punya utang jangka pendek dalam jumlah besar baik utang bank maupun obligasi. Mereka bakal kesulitan bahkan gagal untuk membayar utang jatuh tempo tahun ini karena kinerja penjualan tidak seperti yang diskenariokan. Salah satunya Modernland Realty Tbk yang gagal membayar pokok obligasi sebesar Rp150 miliar yang jatuh tempo pada  7 Juli 2020.  Penundaan bayar itu diumumkan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 6 Juli 2020.

Menurut KSEI, kegagalan pembayaran pokok obligasi tersebut sifatnya penundaan. Tanggal pelunasan akan dibicarakan dalam rapat umum pemegang obligasi yang sedianya akan digelar pertengahan bulan ini. Diminta konfirmasinya tentang hal ini, Gunawan Setyo Hadi, Corporate Communication Department Head PT Modernland Realty Tbk, menolak memberikan penjelasan. Ia mengatakan sedang berkendara di jalan tol dan menyarankan untuk menghubungi Danu Pate, GM Investor Relation Modernland Realty. Saat dikonfirmasi Danu juga menolak memberi keterangan.  “Terima kasih  perhatiannya terhadap kami, namun saat ini kami belum dapat berkomentar dahulu,” katanya.

Modernland mulai menerbitkan obligasi tahun 2012 melalui anak perusahaannya di Singapura Modernland Overseas Ltd. Nilainya Rp500 miliar yang dipakai  untuk belanja modal dan pengembangan proyek. Tahun 2013 menerbitkan lagi obligasi senilai 150 juta dolar AS. Hingga tahun 2017 Modernland masih beberapa kali menerbitkan obligasi dalam jumlah besar  yang dipakai untuk tambahan belanja modal,  pembayaran kembali obligasi sebelumnya (refinancing), dan akuisisi lahan. Pembayaran yang gagal dilaksanakan 7 Juli 2020 adalah obligasi tahun 2015 yang bertenor lima tahun. Konon dalam beberapa bulan ke depan akan ada lagi pokok obligasi jatuh tempo yang nilainya lebih besar.

 

Turun drastis

Modernland kesulitan melakukan pembayaran karena pendapatannya longsor sangat dalam. Berdasar laporan keuangan Modernland yang dikutip Neraca (6/7), tiga bulan pertama 2020 pendapatannya hanya sekitar Rp112 miliar. Padahal periode sama tahun sebelumnya pendapatannya lebih dari Rp700 miliar.

Sumber utama pendapatan Modernland dari Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta, dan kawasan industri Modern Cikande, Tangerang.  Karena situasi ekonomi kurang bagus ditambah pandemi Covid-19  penjualan kedua proyek ini seret. Sementara Kota Modern, proyek lain Modernland  di Tangerang hampir habis. Potensi paling besar Jakarta Garden City (370 ha), township yang sedang berkembang dan didukung fasilitas lengkap.

Beberapa pemain asing sudah masuk, antara lain AEON, IKEA, Hongkong Land-Astra,  dan yang terakhir Lotte  E&C. Lotte pada Desember 2019 membeli lahan lima hektar yang akan dikembangkan menjadi proyek mixed use. Dari transaksi ini Modernland dapat  dana jumbo  Rp802 miliar. IKEA sedang dibangun dan akan dibuka tahun ini. Lotte belum ada penjelasan kapan mulai dibangun.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #191 Edisi Juli 2020