HousingEstate, Jakarta - Hendro S. Gondokusumo adalah founder sekaligus CEO PT Intiland Development, Tbk. Ia sudah memimpin perusahaan ini sejak muda. Properti yang dikembangkan, baik perumahan, apartemen, maupun gedung perkantorannya sudah banyak, dan semuanya didesain dengan memperhatikan kondisi alam Indonesia yang beriklim tropis. Perumahannya selalu memiliki ruang terbuka yang luas, desain bangunannya memiliki tritisan yang cukup lebar, sirkulasi udara  di dalam ruang lancar dengan adanya ventilasi udara silang, dilengkapi club house dan fasilitas penunjang lain. Demikian pula untuk apartemen dan gedung perkantorannya juga dirancang matang dengan melibatkan arsitek kondang bereputasi internasional. Contoh Intiland Tower di Jl Jend. Sudirman, Jakarta, yang dirancang oleh arsitek Paul Rudolph. Apartemen Regatta di Pantai Mutiara, Jakarta Utara karya Tom Wright, arsitek yang sukses merancang Burj Khalf di Dubai, Uni Emirat Arab. Arsitek yang sama juga dipercaya untuk mendesain gedung perkantoran South Quarter di Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Pada saat pandemi covid-19 seperti sekarang, orang di dorong untuk melakukan kebiasaan baru (new normal) hidup di lingkungan yang sehat,  menjaga kesehatan agar imun dari segala virus dan penyakit, hidup aman mengikuti protokol kesehatan, dll, ternyata semuanya selaras dengan standar property yang diterapkan Intiland  selama ini.

“Makanya teman-teman saya yang  melihat produk Intiland selalu bilang: kamu sudah tahu bakal ada Covid-19 ya.., kok desainnya seperti ini, fasilitasnya begini. Padahal ini sudah konsep kami dari awal, di hampir semua proyek kami terapkan standard itu dengan tujuan untuk kenyamanan dan kesehatan setiap penghuni atau siapapun yang beraktivitas di situ,” ujarnya saat acara bincang santai Webinar mengenai Hidup Sehat & Covid-19, Jumat (21/8).

“Pandemi tentu harus kita hadapi dan seperti biasa di setiap kendala pasti ada kesempatan. Tinggal bagaimana kita terus berupaya untuk mencari-cari kesempatan itu dan bagi kami di setiap proyek tentu tantangan maupun potensi yang bisa dihadirkan berbeda juga, jadi kita harus mencari kesempatan maupun potensi yang baik dan sesuai di setiap  proyek itu,” bebernya.