Senin, April 20, 2026
HomeBerita PropertiBerbahaya Bagi Kesehatan, Pastikan Pilih Cat Bebas Timbal

Berbahaya Bagi Kesehatan, Pastikan Pilih Cat Bebas Timbal

Produsen cat PT Kansai Prakarsa Coatings (KANSAI PAINT) beberapa hari lalu di Jakarta mengumumkan, semua portofolio produknya, baik untuk segmen ritel maupun industri, sudah bebas timbal.

Mulai dari cat besi dan kayu, cat tembok eksterior dan interior, hingga cat untuk penggunaan industri seperti auto refinish, cat pelapis khusus untuk industri, cat pelapis protektif, dan berbagai aplikasi lainnya.

Pengumuman itu penting bagi produsen cat terkemuka asal Jepang itu, karena timbal merupakan zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Dengan penegasan semua produknya sudah bebas timbal, cat Kansai Paint pun aman dipakai.

Di industri cat, timbal dipakai sebagai pigmen (pembentuk warna) dengan hasil cemerlang. Mengganti timbal dengan bahan lain sebagai substitusi pigmen, akan membuat harga cat menjadi lebih mahal. Tapi, demi keamanan produknya bagi manusia, hewan, dan lingkungan, Kansai mengambil pilihan tersebut.

Kita tahu, manusia modern menghabiskan sekitar 80-90 persen waktunya di dalam ruangan. Karena itu kita perlu memastikan bangunan sudah menggunakan material seperti cat yang aman bagi kesehatan, bukan sekedar memenuhi unsur estetik.

Dalam acara pengumuman tersebut, Kansai Paint menggelar talk show yang menjelaskan mengenai timbal dan bahayanya bagi manusia, dengan menghadirkan pembicara antara lain Dr. dr. Laurentius Aswin, Sp.PD-KEMD, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan metabolisme, endokrinologi, dan diabetes.

Menurut Laurentius, timbal adalah logam berat alami yang terdapat di kerak bumi. Kendati alami, penggunaannya di berbagai industri (cat, baterai, bahan bakar dan lain-lain) mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan.
“Timbal bersifat toksin (beracun) bagi manusia, bahkan dalam jumlah kecil. Tidak ada batas aman kadar timbal dalam tubuh manusia,” katanya.

Mengutip berbagai data, ia menyebut lebih dari 800 juta anak di dunia terpapar timbal dalam kadar yang berbahaya. Timbal menyebabkan lebih dari 1,5 juta kematian per tahun, dan diperkirakan hingga 5,5 juta kematian akibat kardiovaskular terkait timbal.

Dokter Laurentius menyebutkan, timbal bisa masuk ke tulang, otak, dan darah, mengganggu fungsi sel, sistem saraf (neuron dan neurotransmitter), menghambat kerja enzim (terutama pembentukan hemoglobin sehingga mengakibatkan anemia), dan tersimpan lama dalam tubuh dan organ.

Baca juga: Semua Cat Kansai Paint Sudah Bebas Timbal

Pada otak dan sistem saraf misalnya, timbal menggantikan kalsium di otak, merusak sel saraf dan sinyal otak. Dampaknya penurunan IQ, perilaku agresif/hiperaktif, dan kejang (kasus berat).

Timbal juga bisa menumpuk di ginjal, merusak sel nefron, menyebabkan kerusakan ginjal dan penurunan fungsi filtrasi. Pada jantung dan pembuluh darah, timbal meningkatkan stres oksidatif dan gangguan pembuluh darah yang memicu hipertensi, penyakit jantung dan stroke.

Masih banyak lagi dampak buruk timbal terhadap organ tubuh, seperti sistem reproduksi (keguguran, infertilitas dan bayi prematur), tulang (tersimpan lama, gangguan pertumbuhan tulang), sistem pencernaan (nyeri perut, mual, muntah, konstipasi), sistem imun (penurunan daya tahan tubuh), serta kulit & umum (mudah lelah dan berat badan turun).

“Dalam kehidupan sehari-hari, sumber timbal bisa dari air minum yang dialirkan lewat pipa tua, tanah dan debu yang tercemar, cat lama, keramik yang dilapisi glasir, pewarna pada mainan anak, baterai kendaraan, pabrik logam, daur ulang elektronik, serta kosmetik dan perhiasan,” jelas Laurentius.

Pencegahan yang disarabkan, bersihkan saluran air secara berkala, cuci tangan sebelum makan, bersihkan debu di rumah secara rutin, hindari cat yang terkelupas, jangan asal membeli mainan anak, serta memberikan nutrisi yang adekuat kepada anak (kalsium dan zat besi untuk mengurangi absorbsi timbal).

Sedangkan dari sisi pemerintah, penting membuat regulasi kesehatan lingkungan, melarang produk berbasis timbal, dan mengelola timbal dengan baik.

Baca juga: Pipa Power Pipa PVC Tanpa Timbal

Bila terpapar timbal
Bila merasa sudah terpapar timbal, pemeriksaan kadar timbal dalam darah mungkin perlu dilakukan.

o. Paparan timbal tidak selalu menimbulkan gejala, sehingga seseorang bisa sudah tepapar
cukup lama tanpa menyadarinya. Karena itu bila merasa sudah terpapar timbal, diperlukan pemeriksaan kadar timbal dalam darah.
o. WHO menyarankan untuk mencari dan menghentikan sumber paparan bila kadar timbal dalam darah ≥ 5µg/dL.
o. Pemeriksaan disarankan pada anak-anak, ibu hamil, dan orang yang bekerja di tempat berisiko (bengkel, peleburan logam, daur ulang baterai, atau industri lain yang berhubungan dengan timbal)

Hentikan sumber paparan timbal
o. Berhenti memakai air dar pipa atau wadah yang dicurigai mengandung timbal
o. Menjauhkan anak-anak dari cat rumah yang terkelupas
o. Tidak menggunakan kosmetik, obat tradisional, atau peralatan makan yang tidak jelas kualitas dan keamanannya
o. Membersihkan debu rumah secara rutin
o. Membersihkan diri setelah pulang kerja di lingkungan berisiko, agar debu timbal tidak masuk ke rumah

Baca juga: Mowilex Raih Sertifikasi Karbon Netral dan Cat Bebas Timbal

Perbaikan nutrisi dengan asupan:
o. Kalsium 🡪 Penting karena timbal dapat meniru kalsium dalam tubuh. Bila asupan kalsium cukup, tubuh tidak mudah menyerap timbal. Contoh sumber kalsium: susu, ikan, tahu, tempe, sayuran hijau, dan suplemen kalsium
o. Zat besi 🡪 Kekurangan zat besi dapat meningkatkan penyerapan timbal. Sumber zat besi: daging, hati, kacang-kacangan, bayam, dll
o. Vitamin C 🡪 Membantu penyerapan zat besi dari makanan dan dapat memperbaiki nutrisi secara umum. Sumber vitamin: buah-buahan seperti jeruk, jambu, tomat, dll.

Terapi kelasi
Terapi kelasi adalah pengobatan untuk membantu mengikat timbal di dalam tubuh sehingga dapat dikeluarkan. Terapi ini dipertimbangkan untuk orang yang memiliki kadar timbal dalam darah yang tinggi (45-70µg/dL), terutama bila terdapat gejala berat. Terapi ini hanya diberikan atas petunjuk dokter.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini