Sabtu, Oktober 3, 2026
HomeBerita PropertiMargin KPR Bank Muamalat Cuma 3,1 Persen

Margin KPR Bank Muamalat Cuma 3,1 Persen

Bank Muamalat menjalin kerja sama pemberian referensi fasilitas pembiayaan properti (KPR) dengan PT Loan Market Indo. Kerja sama ini diharapkan bisa mendorong penyaluran KPR Bank Muamalat tahun ini.
Menurut SEVP Retail Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan, melalui kemitraan ini PT Loan Market Indo akan mereferensikan calon konsumen yang berminat membeli atau mengalihkan pembiayaan propertinya ke Bank Muamalat.

“Kami menargetkan pertumbuhan lebih dari 130 persen hingga akhir tahun 2023. Kontribusi terbesarnya dari KPR khususnya melalui skema take over. Bank Muamalat menyiapkan produk unggulan bernama KPR Hijrah bagi para nasabah yang menginginkan pembiayaan properti berdasarkan prinsip syariah,” katanya melalui siaran pers Selasa (29/8).

Kerja sama dengan Loan Market diyakini bisa mendorong kinerja penyaluran pembiayaan properti, seiring animo masyarakat yang tinggi menggunakan skema syariah. Untuk mendukung pencapaian target ituBank Muamalat juga membangun Consumer Processing Center (CPC) di enam kota: Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Makassar.

Sementara untuk produk KPR Hijrah Merdeka yang dilansir bersamaan dengan perayaan HUT kemerdekaan Indonesia bulan Agustus, Bank Muamalat memberikan margin spesial setara 3,1 persen pada tahun pertama. KPR ini bisa digunakan untuk membeli rumah baru dengan pengembang rekanan atau KPR take over dari bank lain.

KPR Hijrah Merdeka mensyaratkan uang muka ringan hingga 0 persen, angsuran yang pasti, serta pembiayaan fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. “Selain pembiayaan take over, kami juga bisa melakukan penambahan atau top up pembiayaan berjalan. Dana top up bisa digunakan untuk beragam tujuan seperti renovasi rumah, pembelian perabotan, dan lain-lain,” jelas Dedy.

Berita Terkait

Ekonomi

Inflasi Dekati Kisaran Sasaran, BI Bilang Masih Terkendali

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi Indeks Harga Konsumen...

September Kepercayaan Industri Melandai, Tapi Masih di Fase Ekspansi

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur RI pada September 2026...

Agustus Surplus Neraca Dagang RI Melonjak Jadi USD3,55 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada...

Manufaktur RI Melaju Lagi, Tertinggi dalam 7 Bulan, Didorong Kenaikan Permintaan

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur Indonesia kembali ke zona...

Berita Terkini