Penjualan Eceran Maret Tumbuh Tinggi Secara Bulanan, Tapi Anjlok Secara Tahunan
Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia yang dirilis, Senin (13/4/2026), menyebutkan, penjualan eceran pada Februari 2026 meningkat dibanding Januari 2026.
Tercermin dari Indeks Penjualan Rill (IPR) Februari sebesar 232,7, atau tumbuh 6,5 persen secara tahunan (yoy) dibanding 5,7 persen (yoy) pada Januari 2026. Peningkatan terutama didorong penjualan kelompok suku cadang dan aksesoris, makanan, minuman dan tembakau, serta sandang.
Secara bulanan (mtm), IPR Februari 2026 juga meningkat lebih tinggi sebesar 4,1 persen (mtm), dibanding 2,7 persen (mtm) pada Januari 2026. Ditopang penjualan tiga kelompok barang yang sama dengan di atas, seiring kenaikan permintaan selama Ramadan.
Pada Maret 2026, IPR diprakirakan tetap tumbuh secara tahunan (yoy) kendati anjlok dibanding Februari 2026. Yaitu, dengan IPR 254,2 atau tumbuh 2,4 persen (yoy), jauh di bawah pertumbuhan tahunan Februari 2026 sebesar 6,5 persen (yoy).
Baca juga: Februari Penerimaan Pajak Tumbuh 30,4 Persen, Sektor Konsumsi Jadi Motor Utama
Kelompok barang yang menopang pertumbuhan penjualan eceran Maret 2026 adalah suku cadang dan aksesoris, makanan, minuman dan tembakau, serta barang budaya dan rekreasi. SPE BI tidak menjelaskan penyebab anjloknya penjualan eceran secara tahunan pada Maret 2026.
Sementara secara bulanan (mtm), penjualan eceran Maret 2026 melanjutkan tren peningkatan pada Februari 2026.
Tumbuh 9,3 persen (mtm) atau lebih dari 2 kali lipat pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 4,1 persen (mtm).
Baca juga: Dorong Konsumsi Masyarakat, Pemerintah Gelar Lagi Program Belanja di Indonesia Aja (BINA)
Mayoritas kelompok barang mencatat peningkatan penjualan. Terutama peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, dan sandang, sejalan dengan peningkatan permintaan saat Ramadan dan Idul Fitri.