Rabu, April 15, 2026
HomeBankTriwulan Satu Kredit BTN Tumbuh 10,3 Persen Jadi Rp400 Triliun, Laba Rp1,1...

Triwulan Satu Kredit BTN Tumbuh 10,3 Persen Jadi Rp400 Triliun, Laba Rp1,1 Triliun

Pada triwulan pertama 2026, Bank BTN mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp400,63 triliun, atau naik 10,3 persen (yoy) dari Rp363,11 triliun pada triwulan satu 2025.

Dari total penyaluran kredit tersebut, porsi KPR subsidi mencapai Rp193,55 triliun, naik 7,7 persen (yoy) dari Rp179,70 triliun pada triwulan pertama 2025.

Sedangkan untuk segmen KPR non-subsidi, posisi kredit telah mencapai Rp112,56 triliun per triwulan I 2026 atau naik 5,4 persen (yoy) dari Rp106,81 triliun pada triwulan yang sama 2025.

Menurut Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, pertumbuhan kredit itu didukung penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat yang meningkat 9,9 persen (yoy) menjadi Rp422,63 triliun pada triwulan satu 2026 dibanding Rp384,70 triliun pada triwulan pertama 2025.

Baca juga: 2025 BTN Cetak Laba Rp3,5 Triliun, Meningkat 16,4 Persen

Dari total DPK itu, porsi dana murah atau current account and savings account (CASA) juga terus menunjukkan peningkatan, sejalan dengan transformasi di segmen retail dan kehadiran aplikasi Bale by BTN.

“Per triwulan satu 2026 CASA BTN tercatat naik 7,9 persen (yoy) menjadi Rp212,11 triliun, atau 50,2 persen dari total DPK,” kata Nixon dalam acara pemaparan kinerja BTN Triwulan I 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026), bersama jajaran direksi lainnya.

Pada triwulan pertama 2026, Nixon menyebutkan, pengguna bale by BTN melonjak 67,5 persen (yoy) menjadi 4 juta pengguna dari 2,4 juta pada triwulan satu 2025.

Peningkatan jumlah pengguna tersebut, diikuti pertumbuhan positif rata-rata saldo tabungan, jumlah, dan nilai transaksi, yang masing-masing meningkat 18 persen (yoy), 8,1 persen (yoy), dan 48,2 persen (yoy).

Baca juga: Hadirkan Full Banking Services, BTN Datangi Nasabah, Tidak Hanya Menunggu

Nixon menyatakan, salah satu penopang utama peningkatan signifikan kinerja bale by BTN itu, adalah acara BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026.

“BTN JAKIM menjadi salah satu pendongkrak peningkatan signifikan transaksi dan pengguna bale. Sebagai consumer bank, kami perlu terus menghadirkan berbagai kemudahan transaksi untuk mendukung aktivitas gaya hidup masyarakat termasuk olahraga. Tahun ini kami optimistis jumlah pengguna bale naik menjadi 5 juta,” tutur Nixon.

Begitu pula biaya dana atau cost of fund (CoF) BTN, membaik ke level 3,0 persem per triwulan satu 2026, turun dari 4,0 persen pada triwulan pertama 2025.

Baca juga: Transformasi BTN Menjadi Beyond Mortgage

Kinerja penyaluran kredit dan DPK tersebut, menopang peningkatan aset BTN sebesar 10,5 persen (yoy) menjadi Rp517,54 triliun per triwulan pertama 2026, dari Rp468,53 triliun pada triwulan pertama 2025.

Dengan berbagai kinerja positif tersebut, pada triwulan satu 2026, perseroan mencatat laba bersih Rp1,1 triliun, atau melesat 22,6 persen (yoy) dari Rp904 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Berita Terkait

Ekonomi

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Dua Bulan Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp143 Triliun

Struktur perdagangan Indonesia menawarkan potensi kuat untuk memperluas transaksi...

Berita Terkini