Sabtu, Oktober 24, 2026
HomeUncategorizedBedah Rumah di Menteng Tenggulun Sudah Kelar dan Dihuni, IAI Minta Kementerian...

Bedah Rumah di Menteng Tenggulun Sudah Kelar dan Dihuni, IAI Minta Kementerian PKP Segera Resmikan

Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta kembali menggelar festival arsitektur atau Jakarta Architecture Festival (JAF) 2026 di kawasan M-Bloc, Blok M, Jakarta Selatan.

JAF 2026 diadakan berbarengan dengan M-Bloc Design Week (MBDW) 2026 di lokasi yang sama. Kedua event berlangsung selama 23 Oktober sampai 2 November 2026.

JAF 2026 yang mengambil tema Ambang Ruang, menampilkan aneka kegiatan. Mulai dari pameran arsitektur, sayembara desain arsitektur termasuk untuk ruang publik seperti bantar sungai dan halte, talk show, sampai fun bike dan klinik atau konsultasi desain arsitektur gratis.

Salah satu karya arsitektur yang dipamerkan di Jaf 2026, adalah program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) atau bedah rumah di Menteng Tenggulun, Menteng, Jakarta Pusat.

Program besutan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dengan nama resmi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) itu, merenovasi 150 RTLH.

Renovasi sebanyak 50 RTLH dipercayakan kepada arsitek anggota IAI Jakarta. Sedangkan 100 RTLH lainnya dikerjakan Astra Group melalui dana program tanggung jawab sosial atau corporate social respontibility (CSR)-nya.

Arsitek Teguh Aryanto, Ketua IAI Jakarta, mengungkapkan, renovasi 50 RTLH itu sudah sejak akhir Juli 2026 rampung, dan rumahnya sudah dihuni kembali oleh para pemiliknya.

“Renovasi 50 rumah di Menteng Tenggulun sudah selesai, dan rumahnya sudah dihuni lagi oleh para pemiliknya. Tinggal menunggu seremoni peresmian oleh Kementerian PKP,” katanya dalam konferensi pers pembukaan JAF di M-Bloc, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026). Teguh berbicara bersama Jacob Gatot Sura, Pendiri M Bloc Space & Creative Hub dan salah satu penggagas MBDW.

Baca juga: Jakarta Architecture Festival Kembali Digelar, Tahun Ini Bareng M-Bloc Design Week

Teguh menyatakan, renovasi rumah di Menteng Tenggulun merupakan tantangan bagi para arsitek yang dilibatkan. Pasalnya, kondisi rumah-rumahnya sangat tidak layak huni, rapat padat, luas lahan sangat kecil, rata-rata hanya 3 x 4 m2 per rumah walaupun ada juga yang luas tanahnya cukup memadai, dengan jumlah penghuni jauh melampaui kapasitas rumah menampungnya.

Arsitek Teguh Aryanto, Ketua IAI Jakarta, menjelaskan rancangan bedah 50 rumah tidak layak huni (RTLH) di Menteng Tenggulun, Menteng, Jakarta Pusat, kepada Menteri PKP Maruarar Sirait (dok. Kementerian PKP)

Karena itu solusinya, bukan hanya mendesain rumah menjadi lebih sehat tapi juga memperluasnya dengan cara dinaikkan ke atas menjadi 2-3 lantai.

Dampaknya biaya renovasi rumah menjadi tinggi. Biaya perbaikan rumah yang dianggarkan Kementerian PKP sendiri hanya Rp20 juta per rumah, yang sangat jauh dari mencukupi.

“Biaya bedah rumah di Menteng Tenggulun mencapai Rp50-80 jutaan per rumah tergantung kondisi dan luas lahannya,” ujar Teguh. Untuk menutup kekurangannya, pihak kementerian mengundang keterlibatan dana CSR baik perusahaan maupun perorangan.

Baca juga: Jakarta Kota Nomor 33 Terkaya di Dunia, Tapi Tidak Punya Program Perbaikan Rumah Kumuh

Arsitek HM Syahrul B, pengurus IAI Jakarta yang ditugaskan mengawasi pelaksanaan bedah 50 rumah di Menteng Tenggulun menyatakan, yang dilakukan arsitek terhadap 50 rumah tersebut bukan lagi bedah rumah tapi membangun baru.

Yang direnovasi atau dibangun baru juga bukan hanya rumahnya, tapi juga bulevar dan gang-gang di permukiman kumuh tersebut. Karena itu biaya bedah rumahnya menjadi tinggi.

“Saya secara pribadi menghitung biaya bedah rumah di Menteng Tenggulun mencapai Rp80-120 jutaan per unit. Angkanya berbeda dengan yang disampaikan Teguh, mungkin karena kita belum duduk bersama menghitungnya,” kata Syahrul.

Dokumentasi hasil kerja bedah rumah tidak layak huni (RTLH) di kawasan Menteng Tenggulun, Menteng, Jakarta Pusat, oleh arsitek anggota IAI Jakarta, yang dipamerkan di Jakarta Architecture Festival (JAF) 2026 di M-Bloc, Blok M, Jakarta Selatan, 23 Oktober-2 November 2026.

Arsitek tidak mengurusi soal pendanaan, melainkan wewenang Kementerian PKP. Tapi, angka itu penting untuk memahami biaya aktual yang dibutuhkan untuk merenovasi satu unit RTLH. “Yang jelas biaya bedah rumah di Menteng Tenggulun, tidak bisa diterapkan di lokasi lain,” terangnya.

Baca juga: Menteri PKP Gandeng Aguan Renovasi 500 Rumah Tidak Layak Huni di Tanah Tinggi

IAI Jakarta juga diminta terlibat dalam bedah 100 RTLH lainnya di Menteng Tenggulun, juga di Johar Baru, Jakarta Pusat, sebanyak 500 unit yang dilakukan Agung Sedayu Group melalui Yayasan Buddha Tzu Chi.

Namun, IAI Jakarta tidak bisa memenuhinya karena biaya renovasi per unit rumah yang terbatas. “Menurut saya pribadi ya, kalau dananya sangat kurang, bedah rumah itu hanya akan berupa beautifikasi (mempercantik tampilan), tidak secara esensial memperbaiki kondisi rumah menjadi layak huni,” kata Syahrul.

Maket dan sketsa hasil program bedah rumah tidak layak huni oleh arsitek IAI Jakarta di Menteng Tenggulun, Menteng, Jakarta Pusat, yang dipamerkan dalam Jakarta Architecture Festival (JAF) 2026 di M-Bloc, Blok M, Jakarta Selatan, 23 Oktober – 2 November 2026.

Ia menambahkan, program bedah rumah di Menteng Tenggulun dimulai Januari 2026, pelaksanaan sejak Maret 2026 dan selesai Juli 2026.

Karena itu ia sepakat dengan Teguh, selesainya bedah rumah di Menteng Tenggulun harusnya segera diikuti dengan peresmian, supaya kalau terjadi kerusakan dan sejenisnya pada bangunan pasca renovasi, arsitek IAI tidak disalahkan.

“Rumahnya kan sudah langsung dihuni setelah selesai direnovasi. Kita sulit mengawasi penggunaannya oleh penghuni. Jadi, perlu segera diresmikan, supaya kalau ada apa-apa dengan rumahnya, sudah jadi tanggung jawab pemilik rumah,” tutup Syahrul.

Berita Terkait

Ekonomi

Luncurkan DNKK, Presiden Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun Tahun Depan

Pemerintah memperkuat orientasi inklusi keuangan, dengan tidak hanya memperluas...

Ekonomi Digital Jadi Andalan Capai Target Pertumbuhan 6 Persen. Menko Airlangga Jelaskan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menempatkan ekonomi digital sebagai salah...

BI: Manufaktur Ekspansif, Tapi Serapan Tenaga Kerjanya Masih Minus

Serupa dengan S&P Global dan Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia...

Berita Terkini