Senin, April 20, 2026
HomeBerita PropertiKeuangan Juga Harus Tetap Sehat, Pindahkan KPR ke CIMB Niaga

Keuangan Juga Harus Tetap Sehat, Pindahkan KPR ke CIMB Niaga

Wabah virus Corona membuat pertumbuhan ekonomi dunia termasuk Indonesia melorot. Ekonomi merosot, kesehatan finansial banyak orang pun terancam. Kemampuan membayar angsuran kredit pemilikan rumah (KPR) misalnya, akan menurun.

Karena itu awal Maret lalu Bank CIMB Niaga merilis fitur KPR take over untuk membantu debitur (peminjam) KPR agar tetap lancar membayar cicilan KPR. “Bunga atau marginnya hanya 6,5 persen per tahun fixed tiga tahun. Jadi, pindahkan KPR anda di bank lain sekarang ke CIMB Niaga,” kata Heintje Mogi, Mortgage & Indirect Auto Business Head Bank CIMB Niaga, kepada housingestate.id di Jakarta, Jum’at (20/3/2020).

Ia menyatakan, saat merebaknya wabah Corona seperti sekarang orang bukan hanya sangat perlu menjaga kesehatan dan ketahanan tubuhnya, tapi juga kesehatan finansialnya. Pasalnya, wabah virus yang bisa mematikan itu juga berdampak besar terhadap ekonomi dunia dan Indonesia. Pertumbuhan ekonomi merosot dan demikian juga kesejahtreraan dan kemampuan finansial orang.

“Karena itu orang juga perlu menjaga kesehatan keuangannya. Salah satu caranya dengan memindahkan KPR ke Bank CIMB Niaga yang bisa memberikan bunga atau margin yang jauh lebih kompetitif. Jadi, cicilan KPR lebih ringan dan kesehatan finansial anda tetap terjaga selama situasi seperti saat ini,” jelasnya.

Heintje menyebutkan, selain ingin membantu masyarakat menjaga kesehatan finansialnya, produk KPR Xtra CIMB Niaga take over itu dilansir juga untuk menjaga agar pertumbuhan kredit dan perekonomian tetap berjalan.

“Bank Indonesia sudah menurunkan bunga acuan berkali-kali. Terakhir menjadi 4,5 persen. Percuma saja bunga acuan turun kalau bunga kredit tidak mengikuti,” katanya. Ia menambahkan, yang bisa dialihkan ke KPR Xtra CIMB Niaga semua KPR yang sudah melewati masa bunga promo di bank sebelumnya dan rumahnya sudah bersertifikat.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini