HousingEstate, Jakarta - Konsep hunian yang terintegrasi transportasi publik atau transit oriented development (TOD) makin aktual diterapkan di kawasan-kawasan yang padat penduduk. Terlebih dengan makin mahal dan tidak praktisnya penggunaan transportasi pribadi ditambah pemerintah yang akan terus mendorong seluruh masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.

Penggunaan transportasi pribadi ini juga yang membuat rata-rata porsi biaya transportasi per bulan untuk kalangan pekerja perkotaan masih sangat tinggi. Rata-rata biaya transportasi masyarakat Jabodetabek mencapai 32 persen dari seluruh gajinya, bandingkan di Singapura yang hanya 4,8 persen atau Hong Kong 6,1 persen.

Karena itu sekali lagi, hunian TOD bisa menjadi solusi efektivitas dan efisiensi itu. Di LRT City Tebet-The Premiere MTH hasil pengembangan PT Adhi Commuter Properti (ACP) misalnya, berlokasi di koridor bisnis MT Haryono yang terintegrasi dengan stasiun lintas raya terpadu (LRT) Cikoko dan cukup berjalan kaki 150 m. Bukan hanya itu, LRT City Tebet disebut juga kawasan green transport karena cukup berjalan kaki ke moda lain yaitu kereta komuter Stasiun Cawang dan Halte Transjakarta. Ke Bandara Halim Perdana Kusuma juga hanya 10 menit.

“Konsep segitiga emas public transportation ini yang ingin kami hadirkan kepada masyarakat dan ini lifestyle yang modern karena menggunakan transprotasi pribadi  justru  kuno. Dengan moda transprotasi yang paling lengkap mulai LRT, kereta komuter, dan Transjakarta, penghuni akan merasakan kenyamanan hunian beserta fasilitasnya dan sarana transprotasi modern yang tersedia,” ujar Aan Susanto, Project Director LRT City Tebet, dalam siaran pers yang diterbitkan, Senin (28/12).

LRT City Tebet dibangun di atas lahan seluas 7.400 m2 yang terdiri dari satu tower 14 lantai (total 390 unit), satu tower perkantoran, dan tiga lantai area komersial (2.500 m2) selain fasilitas parkir tiga lantai basemen. Lokasinya yang berada di koridor bisnis namun masih termasuk ke wilayah Tebet juga memiliki kelebihan terkait banyaknya fasilitas di sekelilingnya mulai pusat perbelanjaan, sarana pendidikan di semua jenjang, rumah sakit, perkantoran, hotel, dan sebagainya.

LRT City Tebet merupakan proyek yang dibangun dengan memerhatikan berbagai aspek kebutuhan maupun kegiatan penghuni dengan sangat detil. Karena kawasannya sudah merupakan green transport yang membuatnya mobile-connected, di proyek ini juga dikembangkan berbagai kegiatan komunitas untuk membentuk perilaku  positif penghuninya nanti.

Komunitas pesepeda, yoga, lari, dan lainnya dijadikan embrio green community yang juga dikembangkan di proyek ini. Berbagai sarana untuk mendukung komunitas-komunitas tersebut juga tersedia untuk terus meningkatkan aktivitas green lifestyle yang akan sangat positif sebuah kawasan perkotaan.

“Berbagai konsep yang kami terapkan itu telah membawa proyek ini mendapatkan berbagai penghargaan. Tahun lalu kami meraih penghargaan green transport dan tahun ini mendapatkan lagi Special Awards dari HousingEstate Awards 2020 sebagai Embryonic Pioneer of Green and Healthy Activity,” papar Aan.

Super Dealsember

Menjelang akhir tahun ini, LRT City Tebet-The Premiere MTH menyelenggarakan promo Super Dealsember yang memberikan bermacam promo menarik, kemudahan, hingga berbagai hadiah langsung. Beberapa promo Super Dealsember antara lain bebas angsuran selama setahun, bebas biaya-biaya KPA, bebas mikir furnitur karena sudah disediakan, dan program subsidi uang muka hingga 4,5 persen.

LRT City Tebet-The Premiere MTH menyediakan pilihan unit mulai tipe studio berukuran 24,12 m2, satu kamar tidur (36,18 m2), dan dua kamar tidur (48,24 m2). Harga Rp30,5 jutaan/m2 atau mulai Rp790 juta. Proyek dengan investasi Rp780 miliar ini penjualannya telah mencapai lebih dari 70 persen.

Masih ada kemudahan lain dari promo Super Dealsember yang bisa didapatkan. Setiap konsumen yang membeli pada periode promo akan mendapatkan free golf set atau free road bike.