HousingEstate, Jakarta - Pemda Bandung Barat Rabu (3/3) memulai pembangunan flyover Simpang Padalarang yang menghubungkan tol Padalarang dengan Kota Baru Parahyangan yang terletak di Jl Raya Padalarang, Bandung Barat. Jembatang sepanjang 350 meter ini terdiri atas dua jalur, dan masing-masing jalur memiliki dua lajur menuju Kota Baru Parahyangan dan tol Padalarang.

Jembatan ini dijadwalkan beroperasi pada Oktober tahun ini. “Proyek ini dibiayai oleh Pemkab Bandung Barat. Kota Baru Parahyangan ikut juga menyumbang berupa dana Corporate Social Responsibility (CSR),” ujar Ryan Brasali, Direktur PT Belaputera Intiland, developer Kota Baru Parahyangan kepada www.housingestate.id  Kamis (4/3).

Selain melancarkan lalulintas di Simpang Empat Padalarang, jembatan layang ini juga memudahkan  akses dan konektifitas dari dan menuju Kota Baru Parahyangan yang dikembangkan dengan konsep kota mandiri berwawasan pendidikan itu. Dengan akses yang makin mudah, akan sangat menunjang kelancaran aktifitas perekonomian di township tersebut, apalagi di kuartal pertama 2021 akan buka supermarket furnitur ternama IKEA. “Aktifitas ekonomi akan makin hidup karena Kota Baru Parahyangan makin mudah diakses. Investasi properti otomatis akan meningkat pesat,” tambah Ryan.

Harga rumah yang dipasarkan saat ini di kisaran Rp1 miliaran. Bulan Februari lalu developer memasarkan tatar (klaster) baru Tarubhawana berlokasi dekat tatar Lokacitra di pengembangan tahap kedua. Rumah yang pasarkan tipe 94/120 harga Rp1,7 miliar dan tipe 99/165 Rp2,1 miliar. Seluruh rumah di klaster ini akan dilengkapi smart home dan  taman yang cukup luas.

Menurut Ryan, Kota Baru Parahyangan merilis rumah di kisaran Rp1,7 miliar hingga Rp2 miliaran karena berdasarkan data penjualan tahun lalu, permintaan rumah tertinggi mulai Rp1,7 miliaran. “Sementara stok sudah tidak ada lagi,” tutur arsitek dari Universitas Khatolik Parahyangan (Unpar) Bandung.

Keterangan : Gambar di atas baru sebatas ilustrasi, belum menjukkan gambar sesungguhnya