Selasa, April 21, 2026
HomeBerita PropertiSinar Mas Land Resmikan SMK Perguruan Cikini di KIIC Karawang

Sinar Mas Land Resmikan SMK Perguruan Cikini di KIIC Karawang

Untuk mendukung penyediaan SDM industri yang unggul, Sinar Mas Land (SML) melalui Karawang International Industrial City (KIIC), bekerja sama dengan Yayasan Perguruan Cikini mendirikan sekolah vokasi SMK Perguruan Cikini-KIIC di kawasan industri KIIC Karawang.

Peresmian gedung sekolah akhir Agustus lalu ditandai penandatanganan prasasti oleh Presiden Direktur KIIC Takashi Ogata, Direktur KIIC dan Advisor Chairman Office SML Sanny Iskandar, Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Cikini Budiono Kartohadiprodjo, dan Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Karawang Arif Bijaksana Maryugo.

Menurut Budiono, SMK Perguruan Cikini-KIIC merupakan sekolah vokasi yang menerapkan konsep link and match dengan kebutuhan industri. Karawang adalah salah satu sentra manufaktur di Indonesia.

Kurikulum SMG Perguruan Cikini-KIIC berbasis industri, magang, PKL, kunjungan industri, kelas industri, program 1.000 praktisi industri mengajar, hingga pembelajaran bahasa Inggris dan Jepang.

“Para siswa lulusan sekolah ini juga berkesempatan mendapatkan pekerjaan di luar negeri, utamanya di Jepang,” kata Budiono seperti dikutip keterangan tertulis SML beberapa hari lalu,.

Dibangun di atas lahan 4 ha, SMK Perguruan Cikini-KIIC menawarkan lima keahlian: teknik permesinan, teknik kendaraan ringan otomotif, teknik elektronika industri, teknik jaringan komputer & telekomunikasi, dan manajemen logistik.

Sejak beroperasi tahun 2022, SMK Perguruan Cikini-KIIC telah menerima 34 siswa, meningkat menjadi 153 siswa tahun 2023, dan 280 siswa pada 2024.

Dengan demikian, total siswa yang saat ini terdaftar di SMK Perguruan Cikini-KIIC mencapai 467 orang. Untuk menyalurkan lulusan terbaik sekolah tersebut, SMK Perguruan Cikini-KIIC telah menjalin kerja sama dengan 15 industri di kawasan KIIC.

“Dengan mendukung dan memfasilitasi pendiriannya, kami berharap sekolah vokasi ini dapat melahirkan tenaga kerja yang andal di bidang industri,” ujar Sanny.

Baca juga: Menko Airlangga: Sekarang Era Kawasan Industri Green and Smart

Kolaborasi rencananya dilanjutkan dengan pendirian politeknik, membuka kelas diploma, yang memberikan kesempatan kepada pekerja industri melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

KIIC (1.500 ha) adalah proyek joint venture SML dengan Itochu Corporation (Jepang). Kedua pihak telah bekerja sama selama 30 tahun mengembangkan kawasan industri di Karawang.

Sejumlah industri besar membangun pabriknya di KIIC, terutama industri asal Jepang seperti Toyota, Yamaha, Astra, Ajinomoto, Sharp, dan Kao, dan manufaktur dari negara lain seperti P&G dan Philip Morris. Total ada 170 industri besar yang membangun pabrik di KIIC.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini