Senin, Juni 15, 2026
HomeNewsEkonomiDalam 2 Bulan Kerugian Akibat Kejahatan Scam Bertambah Rp2 Triliun

Dalam 2 Bulan Kerugian Akibat Kejahatan Scam Bertambah Rp2 Triliun

Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (RDKB OJK) September 2025 yang dirilis Jum’at (10/10/2025), mengungkapkan, sejak dibentuk November 2024 sampai 30 September 2025, Indonesia Anti Scam Centre (IASC) telah menerima 274.772 laporan penipuan keuangan secara digital (scam).

Sebanyak 163.945 laporan disampaikan korban melalui pelaku usaha sektor keuangan seperti bank dan penyedia sistem pembayaran, yang kemudian dimasukkan ke dalam sistem IASC. Sedangkan 110.827 laporan langsung disampaikan korban ke dalam sistem IASC.

Scam adalah segala bentuk penipuan melalui berbagai platform di dunia digital seperti email, pesan teks, panggilan telepon, atau media sosial, guna mendapatkan uang, data pribadi, atau barang berharga dari korban, seringkali melalui janji palsu, rayuan, iming-iming, hubungan personal, atau penawaran yang terlalu bagus untuk dipercaya.

OJK menyebutkan, jumlah rekening terkait scam yang dilaporkan hingga 30 September 2025 mencapai 443.235, dan jumlah rekening yang sudah diblokir baru 87.819.

Sejauh ini total kerugian dana yang telah dilaporkan dari kejahatan scam sampai 30 September, mencapai Rp6,1 triliun, dan total dana korban yang bisa diblokir hanya Rp374,2 miliar. OJK menyatakan, IASC akan terus meningkatkan kapasitasnya mempercepat penanganan kasus scam di sektor keuangan itu.

Baca juga: Pelaku Manfaatkan 6 Kondisi Psikologis Ini untuk Lakukan Scam

Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica “Kiki” Widyasari Dewi menyebutkan, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal atau Satgas Pasti, terus memonitor laporan penipuan yang disampaikan masyarakat lewat IASC.

Dari November 2024 hingga September 2025, Satgas PASTI menemukan sebanyak 22.993 nomor telepon dilaporkan terkait dengan penipuan atau SCAM. OJK telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memblokir puluhan ribu nomor tersebut.

Sebelumnya OJK melaporkan, sampai 29 Juli 2025, IASC telah menerima 204.011 laporan dari korban scam. Sebanyak 129.793 laporan disampaikan melalui bank dan penyedia sistem pembayaran, dan 74.218 laporan langsung disampaikan ke sistem IASC.

Jumlah rekening yang dilaporkan terkait penipuan sebanyak 326.283, dan jumlah rekening yang sudah diblokir sebanyak 66.271.

Dari laporan itu, total kerugian kejahatan scam sampai akhir Juli 2025 mencapai Rp4,1 triliun, dan total dana korban yang bisa diblokir hanya Rp348,3 miliar. Dengan kata lain, dalam 2 bulan, kerugian korban kejahatan scam bertambah Rp2 triliun!

Kiki menjelaskan, kejahatan scam memang sulit diberantas. Jika kasusnya sederhana dan korban cepat melapor, duitnya bisa langsung dikembalikan.

Bila kasusnya rumit dan korban lambat melapor, OJK harus lebih dulu mengajak aparat penegak hukum untuk memprosesnya, baru uang korban bisa dikembalikan kalau masih bisa.

Baca juga: Sampai Agustus Kerugian Kejahatan Scam Capai Rp4,6 Triliun, Kerugian Aktivitas Keuangan Ilegal Rp120 Triliun

Sementara di pihak lain kejahatan scam hanya berlangsung dalam 10-12 menit. Itulah kenapa dana korban scam yang bisa diblokir IASC sangat kecil.

“Sektor perbankan paling banyak menjadi korban scam. Namun karena sekarang semua serba terhubung, kasus scam menjalar ke sektor-sektor lain seperti sistem pembayaran, marketplace, kripto, dan lain-lain,” ujar Kiki. Itulah kenapa kerugian kejahatan scam cepat meningkat.

Karena itu semua sektor terkait perlu berkolaborasi, dengan fokus bagi-bagi data intelijen antar industri, kampanye edukasi publik, dan inovasi kebijakan untuk memerangi scam sekaligus memperkuat kepercayaan dan keamanan digital.

“Kolaborasi tidak hanya menyelamatkan uang nasabah, tapi juga menjaga kalau bisa jangan ada lagi yang kena scamming (melalui edukasi),” terang Kiki.

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Perintah Menteri Rosan: Sampaikan Kepada Publik Senin Besok Kondisi Investasi RI Sesuai Fakta

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM...

Mei Masyarakat Banyak Belanja dan Kuras Tabungan, Cicilan Utang Meningkat

Pada Mei 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang dipakai...

Merosot Optimisme Kaum Menengah Atas Terhadap Prospek Penghasilannya

Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilansir pekan ini...

Berita Terkini