Senin, Agustus 31, 2026
HomeUncategorizedOJK Kepada Para Pelajar: Menabung itu Menyisihkan Uang, Bukan Sekedar Menyisakan

OJK Kepada Para Pelajar: Menabung itu Menyisihkan Uang, Bukan Sekedar Menyisakan

Indeks literasi keuangan kelompok umur 15-17 tahun yang umumnya diisi kaum pelajar, menurut hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 terbilang paling rendah, baru mencapai 56,04 persen kendati inklusi keuangannya sudah tinggi mencapai 89,13 persen. Bandingkan dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional yang tercatat 69,57 persen dan 93,61 persen.

Karena itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadikan kaum pelajar sebagai salah satu target program peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Akhir Agustus ini bersama kementerian/lembaga terkait, industri jasa keuangan, pemda, serta pemangku kepentingan lainnya, OJK menggelar puncak rangkaian kegiatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di berbagai wilayah.

Kegiatan merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan untuk memperkuat budaya menabung sejak dini, sekaligus mendukung pencapaian target inklusi keuangan nasional 98 persen pada 2045.

Puncak HIM dan BLK digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026), yang dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dan para deputinya, para pejabat tinggi Kemenko Perekonomian dan Kemenkeu, sejumlah gubernur/wakil gubernur dan bupati/walikota, serta lebih dari 1.100 pelajar dan mahasiswa.

Menurut Friderica, literasi dan inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa yang masih di bawah capaian nasional membutuhkan penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan edukasi, antara lain melalui budaya menabung.

“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Nggak usah menunggu uang banyak. Justru supaya uangnya banyak, kalian harus menabung (sejak dini) sedikit demi sedikit,” katanya saat memberi sambutan, seperti dikutip keterangan OJK, Sabtu (29/8/2026).

Baca juga: SNLIK 2026: Literasi Keuangan Meningkat, Literasi Keuangan Syariah Turun, Literasi Keuangan Remaja Masih Rendah

Dalam sesi Leaders’ Insight, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menambahkan, kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan, tapi juga membentuk karakter disiplin dan kemampuan mengendalikan diri.

“Masyarakat termasuk pelajar, perlu memaknai menabung sebagai kebiasaan menyisihkan uang, bukan sekadar menyisakan uang. Kebiasaan tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi seseorang untuk merencanakan masa depan, memenuhi kebutuhan, membantu orang lain, serta berkontribusi terhadap perekonomian nasional,” ujarnya.

OJK melansir berbagai program untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan kaum muda termasuk pelajar. Antara lain melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sejak beberapa tahun lalu, yang mendorong perluasan kepemilikan rekening sekaligus membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar.

Kemudian, untuk meningkatkan literasi keuangan kaum pelajar, OJK terus mengorkestrasi berbagai program edukasi melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Berita Terkait

Ekonomi

Transaksi Harbolnas 2026 Ditargetkan Rp40 Triliun, Terutama dari Penjualan Produk UMKM

Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi digital nasional sebagai...

Walhi: Pembangunan Tidak Boleh Merampas Hak Alam dan Ruang Hidup

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyelenggarakan diskusi bertajuk “Keadilan Ekologis,...

Menkeu: RAPBN 2027 untuk Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pokok-pokok Rancangan...

Wakaf Saham Istiqlal Bukan IPO, Begini Penjelasannya

Pada akhir tahun lalu Masjid Istiqlal meluncurkan gerakan “Yuk...

Berita Terkini