Sirih Merah Indah, Menguntungkan dan Menyehatkan
Daunnya yang kemerahan indah dipandang sekaligus bisa menjadi tanaman obat.
Ada bermacam jenis sirih: sirih hijau, sirih kuning, sirih hitam, dan sirih merah. Ada pula tanaman yang disebut sirih oleh pehobi tanaman hias seperti sirih keraton dan sirih silver, meskipun pada dasarnya bukan tergolong sirih. “Bentuknya memang seperti sirih, tapi rasanya tidak seperti sirih,” kata Dewani, pemilik De Rosellas, Nursery dan produsen Teh Rosella.
Tanaman herbal
Di antara tanaman sirih itu, saat ini sirih merah mendapat perhatian khusus dari penghobi. Mereka menyukainya karena kerimbunan daun dan manfaatnya bagi kesehatan. Daunnya yang berwarna kemerahan indah dipandang. “Manfaat kesehatan sirih merah sama seperti sirih hijau,” ujar Tati Winarto, Herbalis Karyasari, Yayasan Pengembangan Tanaman Obat.
Kandungan antibiotiknya yang tinggi dapat meredakan peradangan. Sirih merah juga dapat mengobati diabetes, asam urat, dan hipertensi. Kini pun telah ada teh sirih merah untuk penggunaan praktis dalam mengobati penyakit-penyakit itu.
Mudah pembiakan
Sirih merah mulai diminati pecinta tanaman hias sejak pertengahan 2006, dan hingga saat ini masih diminati karena mudah dibiakkan. Jika dipelihara dengan baik, dalam dua bulan akan tambah merambat. Untuk membuat anakan baru, tidak perlu dipotong atau distek, tapi cukup dirambatkan antara pot yang satu dan pot yang lain.
“Buku-buku sirih merah yang sudah banyak daunnya dibenamkan di pot yang lain dan dijepit dengan bambu. Diamkan sekitar tiga minggu sampai satu bulan. Perakaran baru akan tumbuh dan merambat, lalu digunting. Jadinya kan dua pot. Pot yang kedua itu anakan baru,” tutur Dewani.
Sirih merah menyukai tanah di ketinggian 400 meter di atas permukaan laut, seperti tanah-tanah di daerah selatan Jakarta, Bogor, dan Sukabumi. Makin tinggi dari permukaan laut, sirih merah akan makin merambat. “Di lokasi kebun saya di Bogor sirih merah jauh lebih cepat berkembang biak dibanding di Jakarta,” katanya. Di Jakarta sirih merah dapat juga tumbuh tetapi harus dilindungi tanaman besar.
Investasi
Sirih merah bisa ditaruh di dalam ruangan tetapi tetap saja membutuhkan sinar matahari. Misalnya, satu hari ditaruh di ruangan, satu hari di luar ruangan. Atau dua hari di dalam ruangan, satu hari berikutnya di luar ruangan. Jika ditaruh di luar ruangan, jangan terkena sinar matahari langsung.
Media tanamnya adalah tanah dicampur pupuk organik atau kompos. Sirih merah tidak butuh banyak air karena akarnya cepat membusuk. Siram sehari sekali, atau dua hari sekali jika media tanamnya masih lembab.
Antioksidan Teh Rosella
Hidup sehat makin menjadi gaya hidup. Antara lain dengan mengonsumsi obat herbal. Selain teh sirih merah, yang kini ngetren adalah teh Rosella yang terbuat dari kelopak bunga tanaman Rosella. Khasiatnya menurunkan kadar kolesterol, hipertensi, dan sebagai antioksidan.
Tanaman dari Timur Tengah ini bisa juga jadi tanaman hias. Biasanya ditanam di halaman dan dapat pula menjadi pagar atau border. “Rosella bisa ditanam di pot. Cantik seperti tanaman hias, terutama Rosella merah,” kata Dewani.
Tanaman ini haus air dan cahaya matahari. Jika tingginya sudah 25 – 30 cm, Rosella senang dengan cahaya matahari penuh. Di pot media tanamnya sama seperti sirih merah. Periode semai bibit hingga panen sekitar empat bulan. Rosella bisa 12 kali panen setahun dengan tinggi tanaman hingga 1,5 meter.
Di negara maju teh Rosella sudah dikemas dalam bentuk minuman siap saji yang digemari, karena antioksidannya lebih tinggi ketimbang teh biasa dan anggur. “Jakartakan banyak polusi yang bisa memicu stress. Anda bisa mengkonsumsi teh Rosella sehari sekali guna menetralisir racun-racun dari polusi itu,” jelasnya.
Dok. Majalah HousingEstate
