Minggu, April 5, 2026
HomeBerita PropertiSisihkan Rp900 Ribuan/Bulan, Anda Dapat Rumah di Tangerang

Sisihkan Rp900 Ribuan/Bulan, Anda Dapat Rumah di Tangerang

Mencari rumah  murah di sekitar Jakarta (Bodetabek) harus sabar dan jeli. Pasalnya, penawaran rumah seperti ini semakin terbatas. Salah satunya perumahan Cisoka Indah Regensi di Jl Raya Cisoka, beberapa ratus meter dari Pasar Cisoka, Tangerang, Banten. Bila ditempuh dari jalan tol Jakarta-Merak, keluar di pintu Balaraja Barat, dari sini jarak ke perumahan sekitar 5 km.

Cisoka Indah Regency
Cisoka Indah Regency

Menurut Endar, staf pemasarannya, Cisoka Indah Regensi merupakan perumahan yang ditinggalkan developer kemudian diambil alih oleh PT Mustika Putra Nusantara. “Jadi di dalam huniannya sudah terbentuk, yang kita garap sekitar 1 ha untuk dikembangkan sebanyak 200 unit rumah dalam dua tipe, 29/60 dan 29/72 seharga Rp125 juta dan Rp134 juta,” ujarnya kepada housing-estate.com, Rabu (3/12).

Untuk tipe 29/60, konsumen cukup membayar sebesar Rp16 juta dan dapat dicicil hingga enam kali. Total plafon KPR-nya menjadi Rp112,5 juta dengan angsuran Rp1,3 juta (10 tahun), Rp1,04 juta (15 tahun), atau Rp902 ribu (20 tahun). Untuk tipe 29/72, total konsumen cukup membayar Rp18 juta yang juga bisa dicicil enam kali. Angsurannya, Rp1,44 juta (10 tahun), Rp1,15 juta (15 tahun), atau Rp962 ribu (20 tahun).

Endar menambahkan, ada juga perumahan lain yang dikembangkan PT Mustika yaitu Mutiara Panongan 2 (5 ha) dan Mutiara Korelet (5 ha) di Jalan Raya Serdang Kulon, Curug, Tangerang. Jaraknya sekitar 5 km dari akses keluar tol Bitung (Jakarta-Merak). Mutiara Panongan 2 menawarkan rumah tipe 36/72 seharga Rp240 juta sementara Mutiara Korelet tipe 29/60 dan 36/72 seharga Rp134,5 juta dan Rp290 juta.

Berita Terkait

Ekonomi

Kepala BPS Bilang Backlog Perumahan 13 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan,...

Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati Kerjasama USD10,2 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik...

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Berita Terkini