HousingEstate, Jakarta - Pembangunan infrastruktur di Kota dan Kabupaten Bekasi memang terlihat sangat massif dalam beberapa tahun terakhir. Sebut saja pembangunan tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), LRT Jabodebek Cawang-Bekasi Timur, kereta cepat Jakarta-Bandung, tol elevated Jakarta-Cikampek, rel kereta ganda double track Manggarai-Lemahabang, JOR 2 Cimanggis-Cibitung dan Cibitung-Cilincing, dan beberapa lagi.

Seluruh  infrastruktur di koridor timur Jakarta ini tidak terlepas dari kawasannya yang masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan, tahun 2021 ini akan melanjutkan percepatan PSN dengan target penyelesaian 38 proyek dengan total nilai investasi mencapai Rp464,6 triliun.

Kepala Dewan Transportasi Kota Bekasi (DKTB) Harun Al Rasyid mengatakan, perkembangan Bekasi saat ini tidak lagi hanya berperan sebagai penopang Jakarta tapi sebagai wilayah mitra karena Bekasi tengah mengarah pada sebuah kota metropolis.

“Gencarnya pembangunan berbagai proyek infrastruktur terutama di bidang transportasi memberikan pengaruh yang sangat signifikan bagi perkembangan kawasan dan akan mengubah Kota Bekasi menjadi lebih baik di masa yang akan datang,” katanya melalui siaran pers yang diterbitkan Rabu (24/2).

Berbagai pengembangan infratruktur ini, lanjut Harun, akan membuat aksesibilitas menjadi lebih lancar dan tingkat kemacetan yang selama ini menjadi momok masyarakat bisa lebih terurai. Dampak lainnya, hal ini akan mendorong pada sektor-sektor lain seperti perkembangan ekonomi daerah hingga makin banyak masyarakat yang memilih menjadi kaum sub urban dari Bekasi.

Contoh proyek property di Bekasi yang diuntungkan oleh pembangunan infrastruktur baru ini adalah apartemen LRT City Bekasi (Green Avenue dan Eastern Green). LRT City merupakan proyek transit oriented development (TOD) yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang membangun proyek transportasi LRT Jabotabek.

Dengan berbagai potensi pengembangan kawasan tersebut, LRT City Bekasi-Eastern Green maupun LRT City Bekasi-Green Avenue bisa menjadi solusi hunian dan transportasi untuk mendukung lifestyle sub urban karena lokasinya 0 km dari stasiun LRT dan kemudahan akses tol. Selain itu masih ada sarana transportasi lain yaitu Bus Rapid Transit (BRT) Transjabodetabek.

Project Director LRT City Bekasi-Eastern Green Setya Aji Pramana mengatakan, berbagai keunggulan lokasi, fasilitas, maupun integrasi dengan transportasi masal LRT membuat pihaknya mengusung new icon of Bekasi. “Proyek ini menjadi sangat lengkap karena sebagai sebuah hunian juga digabungkan dengan sarana transportasi hingga penyediaan sarana lifestyle yang sesuai dengan kebutuhan penghuni,” ujarnya.

Project Director LRT City-Green Avenue Indra Riyanto menambahkan, new icon of Bekasi merupakan konsep di mana LRT City menjadi icon dari Kota Bekasi untuk hunian yang dekat dengan berbagai pengembangan infrastruktur sehingga ini menjadi pilihan cerdas untuk memudahkan penghuni dari segi aksesibilitasnya.