HousingEstate, Jakarta - Konsep pengembangan hunian berbasis tempat transit antar moda transportasi atau transit oriented development (TOD) berbasis rel sebagai lead, makin menjadi tren. Tidak hanya developer apartemen  yang berupaya mengadopsinya dengan antusias, tapi juga developer perumahan tapak, baik untuk pasar menengah bawah maupun menengah atas.

Menurut Yance Onggo, Associate Director PT Ciputra Residence (Ciputra Group),  sejak beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran preferensi pasar dalam memilih hunian dari semula berdasarkan kemudahan akses dengan kendaraan pribadi menjadi transportasi umum massal seperti kereta komuter. Penyebabnya, makin baik dan terintegrasinya transportasi umum massal itu. ”Karena itu pengembangan hunian berbasis TOD pun makin populer dan makin diminati,” katanya.

PT Ciputra Residence melalui perusahaan KSO Citra Maja Raya mengembangkan kota baru Citra Maja Raya (2.600 ha) di Kota Publik Maja (12.000 ha), Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dengan konsep TOD.

Sejak dikembangkan enam tahun lalu hingga sekarang Citra Maja Raya fokus melayani pasar menengah ke bawah dengan mengembangkan rumah-rumah harga mulai dari Rp200 jutaan/unit di luar rumah bersubsidi. Total sudah lebih dari 20 ribu unit rumah dan ruko yang dipasarkan, tersebar di 30 klaster lebih.

Citra Maja Raya dilintasi kereta komuter jurusan Tanah Abang (Jakarta)- Rangkasbitung (Lebak). Saat ini memanfaatkan stasiun terdekat yaitu stasiun Maja, tapi sesuai konsep TOD Ciputra akan terkoneksi stasiun membangun shelter sendiri yang mengintegrasikan jalur kereta itu dengan area komersial  atau central business district (CBD) Citra Maja Raya. “Kami sudah siapkan lahan 20 hektar untuk shelter, area komersial, dan CBD itu,” ungkapnya.

Perumahan lain yang mengusung konsep TOD  adalah Kota Podomoro Tenjo yang dikembangkan oleh Agung Podomoro Group. Lokasi perumahan seluas 800 ha ini terkoneksi stasiun Tenjo, di Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.  Di sini Agung Podomoro Group memasarkan rumah mulai Rp200 jutaan.

Kemudian BSD City di Serpong-Tangerang juga mengimplentasikan konsep TOD dengan membangun terminal terpadu yang dikoneksikan dengan stasiun Cisauk melalui jembatan pejalan kaki sepanjang kurang lebih 300 m.

Stasiun lain yang berada di kawasan BSD City adalah stasiun Rawabuntu, lokasinya di apit mega klaster The Green dan Delatinos.  BSD City juga berdekatan dengan stasiun Serpong. Ke depan BSD akan menmbah satu stasiun lagi di antara Stasiun Cicayur dan Parung Panjang. Saat ini harga rumah terendah di BSD City sudah di atas Rp1 miliar. Sementara untuk apartemen mulai dari Rp400 jutaan di Casa de Parco, jaraknya sektar 2 km dari terminal terpadu tersebit.

Bintaro Jaya juga makin serius mengoneksikan kawasannya dengan kereta komuter. Ada dua stasiun yang berada di dekatnya, yaitu Jurangmangu dan Pondokranji. Saking seriusnya, PT Jaya Real Property, Tbk., (JRP) developer Bintaro Jaya, akan membuat jalan bawah tanah yang menghubungkan Mall BXChange 2 dengan stasiun Jurangmangu. Demikian pula di area pengembangan Sektor 3A, JRP kini juga sedang membangun jembatan dari kawasan superblock Bintrao Plaza Residences ke stasiun Pondokranji melintas di atas tol Ulujami-Serpong. Harga rumah di Bantaro Jaya  sudah di atas Rp1 miliar, sedangkan untuk apartemen mulai Rp500 jutaan di Bintaro Plaza Residences, dan Rp300 jutaan di Emerald Bintaro Jl Jobang Raya. Apartemen Bintaro Plaza Residences cukup jalan kaki ke stasiun Pondokranji, sedangkan Apartemen Emerald Bintaro jaraknya sekitar 5 km dari stasiun Jurangmangu.

Perumahan lain di Jabodetabek yang terkoneksi stasiun adalah Metland Cibitung. Bahkan, Metland Cibintung menjadi satu-satunya perumahan di Bekasi yang terkoneksi stasiun langsung. Nama Stasiun yang diresmikan 12 Agustus 2019 ini adalah Metland Telaga Murni, hasil kerjasama PT Majar Putera Dinasti (developer Metland Cibitung), Pemkab Bekasi, dan PT Kereta Api Indonesia.  Stasiun yang disinggahi kereta komuter Jakarta Kota-Cikarang ini juga dilengkapi sarana parkir dengan konsep park and ride di area 5.000 m2,  dan terminal transit untuk mikro bis  seluas 3.500 m2. “Dalam dua tahun ke depan, jumlah penumpang kereta yang naik dan turun di stasiun Metland Telaga Murni mencapai 12.000 hingga 14.000 orang per hari,” kata Robbyansah Evar, GM Project Metland Cibitung.

Dengan beroperasinya stasiun Metland Telaga Murni ini membuat perumahan Metland Cibitung semakin mudah dan cepat diakses dari Cikarang, Bekasi, dan Jakarta. Dengan naik kereta komuter waktu tempuh ke stasiun Cikarang hanya 5 menit, stasiun Bekasi 10 menit, dan stasiun Jakarta  Kota 1,5 jam atau sama dengan waktu tempuh kereta komuter rute stasiun Jakarta Kota-Bogor dan  Tanah Abang-Maja. Harga rumah di sini paling rendah sudah Rp400 jutaan per unitnya.