HousingEstate, Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk, salah satu perusahaan raksasa properti di Indonesia, memasuki  tahun sulit dengan nahkoda baru. Di tengah perekonomian yang kurang bagus dan pasar properti melemah Summarecon menunjuk Adrianto Pitoyo Adhi (56) sebagai direktur utama perseroan. Adrianto didapuk menjadi Dirut menggantikan Johannes Mardjuki pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 10 Juni 2015.

Adrianto adalah muka lama di perusahaan pengembang yang mengembangkan sejumlah township di Jabodetabek itu. Selama delapan tahun sejak 2005 arsitek lulusan Universitas Diponegoro Semarang itu menjabat executive director Summarecon Agung (SA). Ia bertanggung jawab terhadap proyek Summarecon Kelapa Gading, Jakarta, dan Summarecon Bekasi.

Summarecon Bekasi (240 ha) salah satu yang memberi kontribusi besar terhadap pendapatan SA. Tahun 2014 saat konsumen properti tiarap, Summarecon Bekasi membukukan penjualan Rp900 miliar, menyalip Summarecon Serpong yang menangguk penjualan Rp590 miliar. Sukses besar Summarecon Bekasi didapat dari penjualan apartemen The Springlake. Saat diluncurkan April 2014 sebanyak 2.247 unit di tiga tower langsung terjual habis. Menurut Adrianto, ini rekor penjualan apartemen terbanyak di Jabodetabek. Penjualan Summarecon Kelapa Gading tidak kalah mengilat. Tahun lalu meraup penjualan Rp960 miliar.

Melihat kinerja tahun lalu Wakil Ketua Umum REI ini optimis perusahaan yang dipimpinnya dapat melewati tahun 2015 dengan baik. Tahun ini SA menganggarkan belanja modal  sebesar Rp4 triliun dengan target penjualan Rp5,5 triliun. “Untuk menyiasati kondisi saat ini kami melakukan konsolidasi, kami punya tim solid yang mampu mengantisipasi kondisi apa pun,” kata Adrianto  saat public expose Summarecon Agung di Jakarta, Rabu (10/6).

Untuk mengejar target tersebut pada September mendatang SA akan meluncurkan proyek barunya di luar Jabodetabek, Summarecon Bandung (300 ha), Bandung, Jawa Barat. “Kami ingin memberikan stressing dengan membuat suatu kawasan semacam creative center karena Bandung pusatnya orang-orang kreatif,” imbuh mantan Direktur PT Metropolitan Land itu.