Selasa, November 3, 2026
HomeApartmentPerumnas Mulai Garap Apartemen Murah di Stasiun Rawabuntu

Perumnas Mulai Garap Apartemen Murah di Stasiun Rawabuntu

Perum Perumnas memulai pengembangan proyek apartemen terintegrasi stasiun kereta komuter di stasiun Rawabuntu, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, di jalur kereta Jakarta-Bintaro-Serpong-Parung Panjang-Tigaraksa-Maja-Rangkasbitung, bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemilik lahan.

“Sebelumnya proyek apartemen terintegrasi stasiun itu sudah kami kembangkan di stasiun Tanjung Barat (Jakarta Selatan) dan staisun Pondok Cina (Depok, Jawa Barat) di jalur kereta komuter Bogor-Depok-Jakarta. Di stasiun Rawa Buntu ini menjadi proyek kami yang ketiga. Minat konsumen luar biasa yang membuat kami juga bersemangat mengembangkannya,” kata Bambang Triwibiwo, Direktur Utama Perumnas, melalui siaran pers di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Proyek yang dinamakan Mahata Serpong ini berdiri di atas lahan 2,4 ha yang akan terdiri dari enam tower dengan total 3.632 unit hunian. Tahap pertama dibangun tiga tower (1.816 unit) dengan rincian 1.486 unit apartemen komersial dan 330 unit apartemen bersubsidi. Tipenya studio 21,9 m2, 1 kamar tidur (KT) 34 m2, dan 2 KT 35,9-60,4 m2. “Perizinan proyek sudah selesai sehingga kami optimistis tahap pertama bisa diselesaikan tahun 2020,” ujarnya.

Mahata Serpong merupakan bagian dari proyek terintegrasi transportasi massal yang diresmikan bersama Cisauk Point di stasiun Cisauk (PT Adhi Commuter Properti-KAI) dan stasiun Jurangmangu (PT HK Realtindo-KAI) oleh tiga menteri serta Gubernur Banten dan Walikota Tangsel, Senin (10/12/2018) di stasiun Rawabuntu.

“Total tiga proyek terintergrasi stasiun itu menelan investasi sekitar Rp6 triliun. Ini salah satu cara pemerintah mendorong masyarakat menggunakan transportasi public guna mengurangi kemacetan lalu lintas, polusi, dan pemborosan BBM,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno.

Berita Terkait

Ekonomi

Oktober Neraca Dagang RI Tetap Surplus Kendati Sedikit Turun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Senin (2/11/2026), neraca perdagangan...

Kendati Menurun, Inflasi Oktober Masih Tinggi, Disumbang Lonjakan Harga Bahan Makanan

Laporan Badan Pusat Statistik, Senin (2/11/2026), mengungkapkan, inflasi Indeks...

Manufaktur RI Makin Ngegas, Tapi Penyerapan Tenaga Kerjanya Masih Lemah

Serupa dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKK) versi Kemenperin, S&P...

Meningkat Pelaku Manufaktur yang Bilang Kondisi Usahanya Membaik

Industri pengolahan atau manufaktur Indonesia kian ekspansif. Tercermin dari...

Berita Terkini