HousingEstate, Jakarta - Awalnya genteng dibuat dengan proses sederhana. Adukan tanah liat dicetak, lalu dibakar. Mayarakat umum menyebutnya sebagai genteng plentong. Sampai sekarang genteng jenis ini masih diproduksi. Harganya di Tokopedia Rp2.000 per keping. Kelemahannya dari genteng ini bentuk dan ukurannya kurang presisi karena diproduksi secara home industry. Ketika dipasang tidak rapi, mudah pecah, dan saat musim hujan rawan bocor.

Perkembangan selanjutnya genteng berbahan tanah liat makin banyak yang diproduksi oleh produsen sekala besar melalui proses fabrikasi yang lebih canggih. Genteng ini dipasaran populer disebut sebagai genteng keramik. Ukurannya lebih besar, bentuk lebih presisi, tidak mudah pecah, sambungan genteng memakai sistem interlock yang mencegah tampias dan bocor, serta permukaannya diberi lapisan/coating khusus (glasur) sehingga warnanya tahan puluhan tahun. Tampilan rumah yang memakai genteng ini pun menjadi makin megah.

Seiring perkembangan teknologi, berkembang pula genteng beton fabrikasi yang terbuat dari campuran semen dan pasir yang dicetak. Karena proses produksinya tidak melalui proses pembakaran seperti genteng keramik, bentuk dan ukurannya lebih presisi terutama untuk profil permukaan rata/flat. Cat acrylic yang umum dipergunakan memungkinkan pilihan warna yang lebih beragam membuat penampilannya menarik. Harganya lebih ekonomis dibandingkan genteng keramik. Kelemahannya hanya daya tahan cat acrylic terhadap sinar ultraviolet yang tidak sebaik glasur. Warna cat genteng beton secara perlahan-lahan akan memudar seiring waktu.

Popularitas genteng beton, khususnya profil flat, terus meningkat mengikuti tren rumah bergaya modern minimalis sejak akhir 1990-an hingga sekarang. Sementara genteng keramik flat berglazur baru diproduksi kurang lebih lima tahun terakhir dengan harganya sekitar 2 kali lipat dari genteng beton berkwalitas. Keunggulan genteng keramik flat masih dari daya tahan warnanya. Akan tetapi dari segi profil flat dan presisi masih di bawah genteng beton.

Warna genteng beton makin tahan lama

Developer perumahan-perumahan menengah-atas yang menawarkan rumah-rumah bergaya modern sebetulnya terpikat dengan genteng keramik flat berglazur yang warnanya tahan lama itu. Mereka kebanyakan membangun kawasan real estate dengan lahan luas dan masa pembangunan proyek bisa puluhan tahun. Dengan memakai genteng yang warnanya tahan lama, tampilan rumah-rumah di klaster yang dibangun terdahulu akan tetap cerah walaupun telah berumur lebih dari 5 tahun. Image kawasan perumahan tidak kumuh sehingga menunjang marketing produk selanjutnya. Sayang harganya tidak sesuai anggaran.

“Jadi, di kalangan developer ada kebutuhan genteng flat yang warnanya tahan lama dan harganya lebih murah dari genteng keramik,” kata Mintarso Salim, Direktur PT Cengkareng Permai, produsen genteng beton dan genteng keramik merek Cengkareng Permai (CP). Untuk memenuhi kebutuhan para developer itu CP membuat terobosan dengan memproduksi GLASSA, genteng beton yang permukaannya dilapisi lapisan keramik (ceramic coating roof tile) sehingga warnanya tahan lama, bisa sampai 25 tahun. Harga gentengnya hanya sedikit lebih mahal dari genteng beton berkwalitas.

Dalam memproduksi genteng GLASSA, CP berkolaborasi dengan perusahaan Kubota Matsushita Exterior Works (KMEW) dari Jepang. GLASSA memiliki keunggulan yang setara dengan genteng keramik. “Teknologi genteng kami ini baru pertama kali diaplikasikan di luar Jepang,” kata Hamahata Takashi, Executive Officer KMEW, saat launching GLASSA awal semester dua 2019. KMEW adalah pabrikan di Jepang yang memproduksi produk eksterior seperti genteng, dinding eksterior, dan talang hujan. KMEW didirikan tahun 2003 oleh Kubota dan Panasonic (Matsushita).

Genteng GLASSA memiliki dimensi 425 x 330 mm dengan berat 4,6 kg/keping. Pilihan warnanya cukup beragam, meliputi midnight black, grey metallic, dark brown, cool blue, dan konai grey. Harga mulai dari Rp90 ribuan/m2. Ketahanan warnanya digaransi 10 tahun tidak berubah secara kasat mata. CP memberikan sertifikat garansi kepada developer dan untuk setiap unit rumah yang menggunakan genteng GLASSA. “Dengan produk baru ini kami menyasar segmen pasar antara genteng beton dan genteng keramik dengan menawarkan alternative produk yang memiliki presisi genteng beton dan ketahanan warna genteng keramik dengan harga yang terjangkau. CP selalu berinovasi untuk menawarkan pilihan produk yang lebih luas untuk pasar Indonesia yang sangat besar,” kata Mintarso. Contoh perumahan yang sudah memakai genteng CP Glassa adalah Bintaro Jaya di klaster Discovery Amore, di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Banten), Emeralda Golf Estate di Bogor (Jawa Barat), dan Summarecon Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #191 Edisi Juli 2020