Selasa, Oktober 6, 2026
HomeBerita PropertiMenhub Resmikan Reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg, Jabodetabek Makin Terhubung

Menhub Resmikan Reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg, Jabodetabek Makin Terhubung

Pada akhir masa tugasnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi masih sempat meresmikan reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Sabtu (19/10/2024).

Reaktivasi atau pengoperasian kembali stasiun Pondok Rajeg akan meningkatkan konektivitas di kawasan Jabodetabek, bahkan hingga ke ujung wilayah Depok dan Bogor.

“Beberapa tahun lalu stasiun Pondok Rajeg belum berfungsi. Hari ini sudah bisa difungsikan, masyarakat pun menikmati kemudahan naik transportasi umum massal dari Pondok Rajeg ke Jakarta (dan sebaliknya),” kata Budi Karya seperti dikutip Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kemenhub.

Stasiun Pondok Rajeg melayani perjalanan KRL Commuter Line lintas Jakarta Kota-Nambo. Reaktivasi stasiun Pondok Rajeg merupakan bagian dari komitmen Kementerian Perhubungan meningkatkan layanan transportasi publik yang terintegrasi, efisien, dan terjangkau.

Stasiun Pondok Rajeg tidak beroperasi sejak 2006. Reaktivasi stasiun itu diharapkan mengurangi kemacetan di Jabodetabek, akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi dibanding transportasi umum.

Reaktivasi stasiun Pondok Rajeg dilakukan Badan Pengelola Transportasi Jobedetabek (BPTJ) sejak 2022 dengan biaya Rp27,9 miliar.

Saat ini pengelolaan stasiun Pondok Rajeg telah diserah-terimakan kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta.

Baca juga: Sinar Mas Land dan KAI Bangun Stasiun Jatake di BSD City

Plt. Kepala BPTJ Suharto menyatakan, pembangunan atau reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg merupakan upaya pendistribusian penumpang di Stasiun Cibinong, Stasiun Nambo, sekaligus membangkitkan perjalanan baru sesuai dengan target 5.000 penumpang per hari.

Walikota Depok Muhammad Idris menyambut baik reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg. Kolaborasi bersama ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan dan meningkatkan perekonomian kota Depok.

“Sebanyak 65 persen warga Depok adalah pendatang, sehingga warga Depok dan keluarga mereka di tempat lain akan mudah mencapai Depok dan sebaliknya dengan kereta,” ujarnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Insentif PPN DTP untuk Sektor Perumahan Diperpanjang Hingga 2027

Pemerintah menegaskan kembali komitmennya memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai...

Airlangga: Ekonomi Kita Tetap Tangguh. Inflasi Terjaga, Manufaktur Ekspansi, Surplus Neraca Dagang Berlanjut

Tiga indikator makroekonomi yang dirilis, Kamis (1/10/2026), menunjukkan, perekonomian...

Supaya Ekonomi 2027 Tumbuh Tinggi, Pemerintah Siapkan Sejumlah Program Penguatan Daya Beli

Perekonomian Indonesia terus diperkuat melalui berbagai kebijakan yang diarahkan...

Inflasi Dekati Kisaran Sasaran, BI Bilang Masih Terkendali

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi Indeks Harga Konsumen...

Berita Terkini