Rabu, April 29, 2026
HomeNewsEkonomiIndeks Dolar Melemah, Rupiah Menguat ​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​

Indeks Dolar Melemah, Rupiah Menguat ​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​

Bank Indonesia (BI) melaporkan, indeks dolar atau DXY berada di level 109,18 pada penutupan perdagangan Kamis (9/1/2025) waktu Indonesia. Angka itu bertahan sampai penutupan perdagangan Jum’at (10/1/2025).

Dalam sebulan terakhir, Trading Economics mencatat, indeks dolar menguat 2,28 persen. Namun, dibanding pekan lalu yang tercatat 109,39, DXY pada akhir perdagangan Jum’at tersebut melemah.

Kenaikan imbal hasil atau yield surat utang pemerintah AS atau US Treasury Note tenor 10 tahun ke level 4,689 persen, tidak membuat DXY menguat.

DXY mengukur kekuatan dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama lainnya: euro, yen Jepang, franc Swiss, poundsterling Inggris, krona Swedia, dan dolar Kanada. Biasanya indeks dolar melemah, mata uang lain termasuk rupiah melempem.

Tapi, kali ini tidak. Indeks dolar melemah, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat. Keterangan resmi Bank Indonesia (BI), Jum’at (10/1/2024), melaporkan, pada akhir perdagangan Kamis (9/1/2025), rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.195/USD.

Sedikit melemah dibanding akhir perdagangan Kamis pekan sebelumnya (2/1/2025) yang tercatat Rp16.190/USD.

Pada pembukaan perdagangan Jum’at keesokan harinya, rupiah dibuka makin melemah ke level (bid) Rp16.210/USD.

Namun, pada akhir perdagangan nilai tukar rupiah ditutup menguat menjadi Rp16.190/USD, atau sama dengan akhir perdagangan Jum’at pekan sebelumnya.

Baca juga: Rupiah Tetap Menguat Kendati Indeks Dolar Catat Rekor Tertinggi ​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​

Berkebalikan dengan rupiah, nilai tukar mata uang kebanyakan negara Asia lainnya melemah pada terhadap USD pada penutupan perdagangan Jum’at pekan ini.

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia, mencapai 0,24 persen. Disusul yen Jepang yang terdepresiasi 0,16 persen dan baht Thailand yang tertekan 0,14 persen.

Di luar itu dolar Singapura terkoreksi 0,07 persen, dolar Taiwan terdepresiasi 0,06 persen, rupee India melemah 0,05 persen, dan dolar Hongkong menurun 0,02 persen.

Yang menguat terhadap USD adalah peso Filipina mencapai 0,21 persen, kemudian juga ringgit Malaysia menguat tipis 0,06 persen.

Berita Terkait

Ekonomi

AHY: Pembangunan Infrastruktur untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan

Pembangunan infrastruktur masa depan tidak cukup hanya berorientasi pada...

Belanja Pemerintah Ngegas, Maret Uang Beredar Kembali Meningkat

Uang beredar adalah indikator aktivitas ekonomi. Kenaikan atau penurunan...

Program MBG Dipangkas, Pemerintah Hemat Anggaran Rp50 Triliun Lebih

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menekankan pentingnya sinergi...

Berita Terkini