Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Tumbuh 11 Kali Lipat
Bank Muamalat mencatatkan kinerja pembiayaan emas syaariah yang tumbuh signifikan pada kuartal pertama 2026. Produk Solusi Emas Hijrah bisa menarik minat nasabah untuk berinvestasi emas sebagai solusi keuangan di masa datang yang aman dan menguntungkan.
Menurut Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo, outstanding pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (yoy) dengan nilai mencapai Rp1,7 triliun pada akhir Maret 2026. Jumlah rekening nasabah juga meningkat tajam mencapai 274 persen (yoy) menjadi 12.061 rekening.
“Capaian ini menunjukkan lonjakan minat nasabah terhadap pembiayaan logam mulia emas khususnya lewat skema cicilan. Dengan permintaan yang tinggi, Bank Muamalat akan makin agresif dan optimistis pertumbuhan pembiayaan emas syariah bisa mencapai target pada tahun ini,” ujarnya melalui siaran pers yang dikutip Minggu (26/4).
Kenaikan yang impresif ini didorong oleh sejumlah faktor utama, salah satunya adalah perubahan perilaku nasabah yang sebelumnya cenderung menyimpan dana, kini mulai mengakumulasi aset produktif termasuk melalui skema angsuran.
Bank Muamalat juga mendapati minat nasabah yang sangat kuat untuk memiliki emas sebagai instrumen investasi sekaligus aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik saat ini.
Selain tingginya minat masyarakat, faktor lain yang mendorong pertumbuhan pembiayaan Solusi Emas Hijrah yakni digitalisasi proses pengajuan pembiayaan melalui mobile banking Muamalat DIN yang dinilai lebih cepat, praktis, dan fleksibel. Alhasil, pembiayaan emas semakin inklusif dan mudah diakses oleh nasabah.
Baca juga: Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Laba 47,5 Persen, Akan Fokus Pada Segmen Ritel
Meskipun agresif dalam pertumbuhan, Bank Muamalat tetap menempatkan prinsip kehati-hatian sebagai prioritas utama. Kualitas pembiayaan Solusi Emas Hijrah dapat dijaga dengan sangat baik di level nol persen hingga akhir Maret 2026. Hal ini menegaskan perseroan berhasil mencetak pertumbuhan yang tinggi dibarengi dengan kualitas aset yang sehat.
Ricky menilai prospek pembiayaan emas syariah ke depan masih sangat menjanjikan. Menurutnya, permintaan emas sebagai aset riil cenderung meningkat terutama di segmen ritel dan emerging middle class. Selain itu penetrasi pembiayaan emas di Indonesia juga masih relatif kecil sehingga ruang pertumbuhannya masih sangat besar.
Dengan basis nasabah ritel consumer yang besar, Bank Muamalat ingin membangun ekosistem emas yang terintegrasi lewat sejumlah strategi. Di antaranya mendorong digitalisasi pengajuan pembiayaan emas melalui Muamalat DIN. Tujuannya agar dapat menjangkau nasabah generasi muda seiring tren transaksi perbankan yang semakin mengandalkan layanan berbasis aplikasi.
Baca juga: Kerja Sama Perbankan Syariah untuk Lindung Nilai Syariah
Bank Muamalat juga melakukan bundling dengan produk pembiayaan haji, KPR iB Hijrah dan Multiguna iB Hijrah, serta penguatan literasi investasi emas syariah kepada nasabah existing maupun masyarakat luas. Selain itu disiapkan juga perlindungan Asuransi dan penguatan mitigasi risiko untuk memberikan rasa aman bagi nasabah dalam berinvestasi emas.
“Dengan berbagai strategi tersebut, kami ingin memastikan pembiayaan emas syariah tidak akan berdiri sendiri melainkan bagian dari solusi keuangan yang lebih luas bagi nasabah. Kami meyakini pembiayaan Solusi Emas Hijrah tetap menjadi salah satu pilar utama bisnis consumer Bank Muamalat di tengah potensi pasar yang masih sangat besar,” tandasnya.